Suara.com - Timnas Voli Putri Indonesia bertekad menggondol medali emas di ajang ASEAN School Games 2019. Status tuan rumah turnamen pun akan coba dimanfaatkan Srikandi Merah-Putih untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Seperti diketahui, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah ASEAN School Games (ASG) 2019. Multievent antar pelajar Asia Tenggara ke-11 itu akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 17-25 Juli mendatang.
Timnas voli putri sendiri terus mematangkan persiapan, dua minggu jelang berlangsungnya ASG 2019. Tim asuhan Mardwito Wahid itu telah melangsungkan pelatnas di Semarang demi mempercepat proses adaptasi.
“Voli menjadi salah satu cabang yang ditargetkan untuk meraih medali emas, khususnya di voli putri," ungkap Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di ASG 2019, Yayan Rubaeni dalam rilis yang diterima Suara.com, Minggu (7/7/2019).
"Meski lawan-lawan yang dihadapi tidak mudah, namun kita akan coba memanfaatkan status sebagai tuan rumah. Optimistis medali emas bisa kita raih,” sesumbarnya.
Voli menjadi satu dati tujuh cabang olahraga yang diplot Indonesia untuk bisa merebut medali emas. Tim Merah-Putih sendiri menargetkan untuk bisa menjadi juara umum ASG 2019 dengan raihan 36-38 medali emas.
Gelaran ASEAN School Games 2019 edisi ke-11 ini akan memperlombakan sembilan cabang olahraga. Ada 117 nomor, dengan 59 nomor putra, 54 nomor putri, dan 4 nomor campuran.
Kontingen Indonesia sendiri menerjunkan 250 orang yang terdiri dari 183 atlet, 38 pelatih, 9 manajer, dan 20 ofisial.
Para atlet Indonesia berasal dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO), Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), dan klub dari berbagai provinsi yang diusulkan oleh induk cabang olahraga serta masyarakat.
Pembukaan multievent terbesar khusus pelajar ASEAN itu akan berlangsung pada 18 Juli di Stadium Holy Terang Bangsa School, Semarang.
Sementara penutupan ASG 2019 bakal berlangsung pada 24 Juli 2019 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.