Suara.com - Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani akan menghadapi lawan tangguh di babak pertama Indonesia Open 2019. Ia langsung ditantang juara All England 2019 asal China, Chen Yufei.
Fitriani yang kini masih berkutat di peringkat 30 dunia tak menampik bakal menjalani laga sulit. Karena itu, anak didik Rionny Mainaky ini fokus meningkatkan aspek fisik.
"Untuk program khusus dari pelatih belum ada. Tapi sekarang persiapan lebih banyak ke aspek fisik. Teknik juga ada sedikit-sedikit," ujar Fitriani saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Babak pertama Indonesia Open 2019 akan menjadi pertemuan ketujuh antara Fitriani dan tunggal putri peringkat dua dunia tersebut.
Pada enam pertemuan terakhir, pebulutangkis asal Garut, Jawa Barat itu mampu merebut dua kemenangan.
Dua kemenangan Fitriani atas Chen diraih pada Kejuaraan Dunia Junior 2014 dan Badminton Asia Team Championships 2018.
Walaupun posisi kedua pemain kali ini cukup timpang, Fitriani enggan merasa inferior. Ia mengaku akan belajar dari dua kemenangan sebelumnya untuk diterapkan pada laga nanti.
"Yang saya rasakan saat menang atas Chen Yufei itu saya bisa bermain sabar. Bola susah saya ambil, melarikan lawan," beber Fitriani.
"Saat itu dia belum terlalu tahan di lapangan, tak sabar sehingga banyak mati sendiri. Tapi sekarang saya lihat dia sudah lebih sabar," pungkasnya.
Indonesia Open 2019 akan berlangsung pada 16-21 Juli mendatang di Istora Senayan, Jakarta. Turnamen BWF World Tour Super 1000 itu menjadi ajang pengumpul poin kualifikasi menuju Olimpiade 2020 Tokyo.