Ini Sistem yang Diterapkan Toroman di Timnas Basket Indonesia

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
Ini Sistem yang Diterapkan Toroman di Timnas Basket Indonesia
Pelatih Tim nasional (Timnas) basket Indonesia, Rajko Toroman di GBK Arena, Jakarta, Kamis (22/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sistem tersebut agar Indonesia bisa tampil lebih kompetitif.

Suara.com - Pelatih Tim nasional (Timnas) basket Indonesia, Rajko Toroman menyebut timnya akan menggunakan sistem permainan rumit. Hal itu dilakukan demi tampil kompetitif di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021.

Rajko Toroman tak menampik bahwa timnya masih kalah kelas dari calon lawan di grup A Kualifikasi Fiba Asia Cup 2021 yakni Filipina dan Korea Selatan.

Sementara menghadapi Thailand, skuat Merah Putih dinilai masih memiliki kans lebih besar untuk merebut kemenangan.

Sejak menggantikan posisi Wahyu Widayat Jati sebagai pelatih pada akhir Juli lalu, Toroman langsung menyuntikan sistem baru dalam tubuh skuat Garuda.

Dalam sesi latihan, Vincent Rivaldi Kosasih dan kawan-kawan 'dipaksa' mantan pelatih Filipina itu untuk memainkan sistem yang mengandalkan pergerakan bola cepat.

"Bisa saya bilang ini akan cukup sulit dilakukan oleh para pemain yang baru pertama mencoba sistem ini," ujar Rajko Toroman di GBK Arena, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Bukan tanpa alasan Toroman menerapkan sistem yang mengandalkan pergerakan tanpa bola yang begitu cepat.

Ia menyebut kualitas individu pebasket Merah Putih tidak istimewa. Sistem permainan yang rumit disebutnya akan lebih efektif dalam misi meraih kemenangan.

Pemain Tim nasional (Timnas) basket Indonesia berlatih di GBK Arena, Jakarta, Kamis (22/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pemain Tim nasional (Timnas) basket Indonesia berlatih di GBK Arena, Jakarta, Kamis (22/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Saya pikir itu sangat mustahil karena tidak banyak pemain (di Indonesia) yang bisa menciptakan kesempatan mencetak angka sendiri," beber pelatih yang suskes mengantarkan Iran lolos ke Olimpiade 2008 Beijing.

"Itulah mengapa mereka harus bergerak, melakukan screen, mengalirkan bola, dan menunggu tim lawan melakukan kesalahan saat bertahan," sambungnya.

Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 sendiri akan bergulir dalam tiga tahap. Tahap pertama akan berlangsung pada 20-23 Februari 2020.

Sementara tahap kedua dan tiga berturut-turut akan berlangsung pada 27-30 November 2020 dan 18-21 Februari 2021.

Sebelum mengikuti ajang yang akan menentukan nasib Indonesia di FIBA World Cup 2023 itu, Timnas akan lebih dulu berjibaku dengan negara-negara Asia Tenggara di SEA Games 2019 November mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS