Ini Klarifikasi KPAI soal Tudingan Eksploitasi Anak pada Audisi PB Djarum

Rizki Nurmansyah, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 09 September 2019 | 20:05 WIB
Ini Klarifikasi KPAI soal Tudingan Eksploitasi Anak pada Audisi PB Djarum
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengklarifikasi terkait pernyataan yang dianggap menuding PB Djarum mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan Djarum yang identik dengan rokok.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan bahwa pihaknya ingin menghentikan eksploitasi anak pada audisi bulutangkis PB Djarum yang mengharuskan anak memakai kaos dengan branding Djarum.

"Dengan ini, kami menyampaikan klarifikasi bahwa yang kami maksud adalah agar Djarum menghentikan eksploitasi anak pada audisi Djarum Badminton yang mengharuskan anak memakai kaos bertuliskan Djarum yang identik dengan merek dan brand image produk rokok," ujar Sitti dalam keterangan tertulis, Senin (9/9/2019).

Sitti menuturkan fokus pesan KPAI bukanlah menghentikan audisi bulutangkis.

Namun PB Djarum tetap bisa melakukan audisi, dengan catatan tak menyertakan anak-anak dengan identitas dan brand image.

"Fokus pesan ini adalah bukan menghentikan audisinya, namun tetap bisa melakukan audisi dengan catatan tidak menyertakan anak-anak dengan identitas dan brand image, baik melalui company image dan colour image yang memiliki 'kesamaan pokok' untuk mempromosikan image perusahaan maupun image produk dalam audisi tersebut. Sehingga tidak terjadi eksploitasi ekonomi terhadap anak-anak Indonesia, terutama sebagai alat marketing," jelas Sitti.

Lebih lanjut, Sitti mengatakna sikap tentang adanya eksploitasi ini sudah menjadi pemahaman bersama dengan pemerintah saat KPAI melakukan case conference.

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]
Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Pertemuan saat itu dihadiri oleh beberapa unsur kementerian, seperti Kemenko PMK, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), Kemenpora , BPOM, Bappenas termasuk juga Organisasi masyarakat sipil, Pokja Tembakau Kontrol-KPAI dan rekan-rekan media.

baca juga

"Bahwa pertemuan tersebut juga sama-sama memahami, penting untuk tetap melanjutkan kegiatan audisi. Namun menghilangkan unsur eksploitasinya sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012," tegasnya.

Karena itu, KPAI mengimbau semua pihak tidak terprovokasi oleh narasi dari pihak-pihak tertentu.

"KPAI tetap akan mengawasi kasus ini dan sangat besar harapan kami agar masyarakat berhati-hati menangkap pesan-pesan yang beredar yang akan merugikan upaya kita bersama dalam melindungi anak Indonesia," tutur Sitti.

Sitti menyayangkan pihak-pihak yang melakukan penggiringan opini sehingga narasi yang beredar di masyarakat menyimpang dari tujuan dimaksud.

"Dalam narasi-narasi tersebut, seakan-akan KPAI mendukung untuk mematikan upaya pengembangan bakat anak Indonesia, terutama dalam bidang bulutangkis. Dalam narasi-narasi yang salah tersebut, disuarakan bahwa KPAI bermaksud membuat bulutangkis di Indonesia mati," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rasimin. [Dok. PB Djarum]
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rasimin. [Dok. PB Djarum]

Keputusan itu diambil lantaran dituding KPAI telah melakukan praktik eksploitasi anak lewat program pencarian bakat.

Penggunaan brand Djarum pada kaos masing-masing peserta audisi, dianggap KPAI sebagai sarana iklan rokok terselubung yang memanfaatkan tubuh anak sebagai medianya.

"Pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum," ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rosimin dikutip dari laman resmi PB Djarum, Minggu (9/8/2019).

"Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuntaskan Polemik, Kemenpora Akan Duduk Bareng dengan KPAI dan PB Djarum

Tuntaskan Polemik, Kemenpora Akan Duduk Bareng dengan KPAI dan PB Djarum

Sport | Senin, 09 September 2019 | 19:05 WIB

Audisi Bulutangkis PB Djarum Berhenti, Ahsan: Susah Cari Bibit Baru Lagi

Audisi Bulutangkis PB Djarum Berhenti, Ahsan: Susah Cari Bibit Baru Lagi

Sport | Senin, 09 September 2019 | 17:20 WIB

Mantan Komisioner KPAI Usulkan PB Djarum Ganti Nama Audisi

Mantan Komisioner KPAI Usulkan PB Djarum Ganti Nama Audisi

Sport | Senin, 09 September 2019 | 17:02 WIB

Rudy Hartono: Semua Orang Tahu Djarum Punya Dana, Tapi...

Rudy Hartono: Semua Orang Tahu Djarum Punya Dana, Tapi...

Sport | Senin, 09 September 2019 | 16:43 WIB

Sebut Langgar 2 Pasal, Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan

Sebut Langgar 2 Pasal, Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan

Video | Senin, 09 September 2019 | 16:38 WIB

Terkini

Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya

Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat

Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat

Jogja | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah

Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Siapa Lawan Timnas Indonesia Jika Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026? Ini Skenarionya

Siapa Lawan Timnas Indonesia Jika Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026? Ini Skenarionya

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:59 WIB

6 Sepeda Thrill Paling Murah Terbaik untuk Jalan Perkotaan hingga Jalur Pegunungan

6 Sepeda Thrill Paling Murah Terbaik untuk Jalan Perkotaan hingga Jalur Pegunungan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi

Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama

Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49 WIB

×