MotoGP Tak Mau Lagi Pakai Sirkuit Suzuka Jepang, Alasannya Bikin Merinding

Angga Roni Priambodo
MotoGP Tak Mau Lagi Pakai Sirkuit Suzuka Jepang, Alasannya Bikin Merinding
Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi dalam balapan MotoGP Jepang, (16/10). (AFP

Meski begitu, gelaran Formula One (F1) tak pernah absen digelar di sirkuit ini sejak 1987 silam.

Suara.com - Sebagai negara tempat lahirnya beberapa pabrikan otomotif terkemuka seperti Toyota, Honda, Suzuki maupun Kawasaki, Jepang tentu begitu lekat dengan iklim balap.

Untuk menampung minat balap anak muda di sana, dibangunlah sirkuit-sirkuit bertaraf internasional, salah satunya yang melegenda tentu saja Sirkuit Suzuka.

Sirkuit tersebut menjadi favorit pembalap-pembalap di Formula one (F1). Bahkan, gelaran Grand Prix F1 tak pernah absen dihelat di sirkuit itu sejak tahun 1987 silam.

Meski menjadi favorit di ajang jet darat, namun MotoGP tak mau lagi menggunakan Sirkuit Suzuka sejak 2003 silam. Mereka memilih sirkuit Motegi sebagai ganti Suzuka.

Ada alasan yang bikin merinding yang membuat mereka tak lagi memakai sirkuit sepanjang 5,8 kilometer itu.

Ilustrasi Sirkuit Suzuka, Jepang [Shutterstock]
Ilustrasi Sirkuit Suzuka, Jepang [Shutterstock]

Banyaknya pembalap yang meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di sirkuit itu membuat banyak penggemar balap menilai bahwa sirkuit itu angker.

Sebagai informasi, di tahun 2003, pembalap kebanggaan Negeri Sakura, Daijiro Kato meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan parah di sirkuit kebanggaan Jepang itu.

Pada tahun 2014, pembalap muda binaan Ferrari, Jules Bianchi juga mengalami kecelakaan parah di sirkuit Suzuka. Dalam keadaan hujan deras, saat menikung, mobilnya hilang kendali dan menabrak crane yang digunakan untuk mengangkat mobil pembalap Adrian Sutil.

Tikungan-tikungan yang ada di Suzuka dianggap tidak cocok dan membahayakan pembalap dalam gelaran MotoGP.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS