Ditanya Soal Rio Haryanto, Inilah Pujian Luis Leeds

RR Ukirsari Manggalani
Ditanya Soal Rio Haryanto, Inilah Pujian Luis Leeds
Pebalap F4 juara CAMS Australian Formula 4 Championship 2019 berdarah Indonesia-Australia, Luis Leeds Mahendra saat berkunjung ke Jakarta, Sabtu (23/11). [Suara.com/Oke Atmaja]

Bila Rio Haryanto belum sempat buktikan seluruh kemampuannya, Luis Leeds siap pegang tongkat estafet berikutnya.

Suara.com - Suara.com mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berbincang dengan Luis Leeds, juara CAMS Australian Formula 4 Championship 2019. Berdarah paduan Indonesia - Australia, lajang kelahiran 6 Maret 2000 ini menghadap Menteri Pemuda dan Olah Raga, Zainudin Amali.

Tujuannya adalah permohonan dukungan untuk bertanding membawa bendera Merah Putih di pentas Formula Two (F2) serta development programme tim Williams F1.

Pebalap Formula Racing Car berdarah Indonesia-Australia, Luis Leeds Mahendra saat berkunjung ke Jakarta, Sabtu (23/11). [Suara.com/Oke Atmaja]
Pebalap Formula Four (F4) berdarah Indonesia-Australia, Luis William Mahendra Leeds saat berkunjung ke Jakarta, Sabtu (23/11). [Suara.com/Oke Atmaja]

Lajang berusia 19 tahun dan bernama lengkap Luis William Mahendra Leeds ini menyatakan salut kepada Rio Haryanto sebagai driver F1 pertama Indonesia.

"Sayangnya, dalam waktu sedemikian singkat, belum sempat membuktikan keseluruhan skill, Rio Haryanto mesti mengakhiri kiprahnya di F1," kata sulung dari tiga bersaudara (Luis, Amelia, Jonathan) itu.

"Padahal siapa pun yang bisa tembus ke balap F1, ya berarti bagus. Namun dalam komunitas motorsport, para driver minoritas belumlah mendapat penghargaan atau dikenal secara luas. Para pebalap asal Eropa, media, race manager, belum mengenali nama-nama kami sebagai driver asal Indonesia. Apalagi untuk Formula Two (F2), sejak empat tahun lalu hanya ada Sean Gelael sebagai satu-satunya wakil Indonesia. Kemudian ada Rio Haryanto di F1," lanjutnya.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Luis Leeds untuk terus balap hingga bisa menembus jenjang tertinggi balap single seater. Yaitu pentas F1.

"Dengan Sean Gelael, saya sudah sempat berkomunikasi via media sosial. Sayangnya, malahan belum ada kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Rio Haryanto," tukas Luis Leeds yang pekan ini sibuk menantikan keputusan dari Menpora, mengingat deadline development programme dari tim Williams F1 akan tiba pada 1 Desember 2019. Konsekuensinya, semua dokumen dan dukungan pendanaan mesti dituntaskan sebelum tanggal itu.

"Jujur saja, saya ingin bertemu Rio Haryanto. Ia adalah sosok, kepada siapa saya ingin mereplikasikan diri. Saya ingin mendapatkan wejangan dari dia, dan saya yakin Rio bisa menjadi mentor yang bagus di masa depan," tandas lajang penggemar karting sejak berusia 10 tahun itu.

Tentu saja, untuk menjadi penerus Rio Haryanto di pentas yang lebih akbar dari F2 nantinya, Luis Leeds juga membekali diri. Yaitu sudah pernah ikut serta dalam development programme tim Red Bulls Junior (2016) di Milton Keynes, England.

"Saat Rio Haryanto dahulu terjun ke F1, ia belum sempat terlibat di program-program pengembangan seperti ini. Padahal, program-program demikian sangatlah dibutuhkan sebagai pondasi," pungkasnya sembari berharap bisa memegang tongkat estafet dari Rio Haryanto sebagai driver F1 yang berlaga bersama Merah Putih.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS