Penyebab Tim Yamaha MotoGP Kocar-kacir di Musim 2019, ECU Biang Keladinya

Rabu, 22 Januari 2020 | 12:52 WIB
Penyebab Tim Yamaha MotoGP Kocar-kacir di Musim 2019, ECU Biang Keladinya
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, saat menjalani tes pramusim MotoGP 2020 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Selasa (19/11/2019). [AFP/Jose Jordan]

Suara.com - Suara.com - Electronic Control Unit (ECU) jadi biang keladi performa tim Yamaha di musim MotoGP 2019 kocar-kacir.

Tim Yamaha merasa kesulitan setelah MotoGP melakukan penyeragaman ECU.

Penyeragaman ECU ini dilakukan sebelumnya di musim 2016.

Semua tim diharuskan memakai ECU keluaran Magneti Marelli, tak terkecuali dengan Yamaha.

Sebelumnya, tim Yamaha memakai perangkat ECU yang dikembangkan sendiri.

Namun seiring berjalannya waktu, Yamaha mengalami kesulitan untuk meraih kemenangan dalam beberapa musim belakangan.

Bahkan, Yamaha hanya mampu membukukan dua kemenangan saja dari 19 balapan sepanjang gelaran MotoGP 2019 melalui Maverick Vinales.

Lin Jarvis selaku managing director Yamaha menyesali timnya tidak segera mengambil langkah cepat dalam menyikapi perubahan regulasi ini.

Lin Jarvis menyesal dengan keputusan masalah ECU (GPone.com)
Lin Jarvis menyesal dengan keputusan masalah ECU (GPone.com)

"Saya pikir itu adalah titik di mana kami mengambil jalan yang salah dan kami perlahan-lahan mengalami penurunan," kata Lin Jarvis, dilansir dari Speedweek.

Baca Juga: Siap Tatap Musim MotoGP 2020, Maverick Vinales Yakin dengan Motor Barunya

Dalam kasus ini, Lin Jarvis justru memuji Honda yang membuat langkah komprehensif dengan merekrut salah satu mantan karyawan Magneti Marelli.

"Saya percaya pendekatan yang mereka (Honda) lakukan sangat terbuka dan komprehensi jika dibandingkan dengan kami," tuturnya lagi.

Tim Honda berhasil merekrut Filippo Tosi yang pernah bekerja di Magneti Marelli dan Ducati sebagai insinyur elektronik mereka.

"Honda mendapatkan Filippo Tosi, dia adalah salah satu orang yang pernah terlibat dalam pengembangan perangkat ini," imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.

"Selain itu, mereka juga merekrut orang Italia lainnya yang telah bekerja mengembangkan perangkat lunak ini," pungkas Lin Jarvis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI