Dihadang Juara All England, Shesar: Smash-nya Susah Ditebak

Rizki Nurmansyah
Dihadang Juara All England, Shesar: Smash-nya Susah Ditebak
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, terhenti kiprahnya di babak perempat final Thailand Masters 2020 usai kalah dari Shi Yu Qi (China), Jumat (24/1). [Humas PBSI]

Shesar kalah dua game langsung dari wakil China di babak perempat final Thailand Masters 2020.

Suara.com - Shesar Hiren Rhustavito harus rela melupakan meraih tiket babak semifinal Thailand Masters 2020. Kiprahnya dihentikan Shi Yu Qi dari China.

Bertanding di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, tunggal putra Indonesia ini menyerah 19-21 dan 15-21, Jumat (24/1/2020).

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, terhenti kiprahnya di babak perempat final Thailand Masters 2020 usai kalah dari Shi Yu Qi (China), Jumat (24/1). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, terhenti kiprahnya di babak perempat final Thailand Masters 2020 usai kalah dari Shi Yu Qi (China), Jumat (24/1). [Humas PBSI]

Sempat tertinggal 14-18 di game pertama. Perlahan-lahan Shesar mulai menyamakan kedudukan menjadi 19-19.

Sayangnya, setelah itu Shi Yu Qi mengunci perolehan poin Shesar dengan merebut dua poin berikutnya.

Di game kedua, setelah sempat ketat di empat poin pertama, Shesar akhirnya kembali tertinggal.

Dia pun dipaksa harus mengakui keunggulan juara turnamen bulutangkis All England 2018 tersebut.

"Yang pertama dari segi main, kalau dilihat dari kekalahannya, dari depannya saya sudah dikontrol lawan," papar Shesar dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat sore.

"Terus dari bola belakangnya dia variasinya bagus, smash-nya susah ditebak."

Pebulutangkis tunggal putra China, Shi Yu Qi. [AFP/Oli Scarff]
Pebulutangkis tunggal putra China, Shi Yu Qi. [AFP/Oli Scarff]

"Sementara saya bola depannya terlalu banyak mengumpan kebagusan lawan. Saya dapat bolanya nggak enak terus."

"Sebenarnya kami sama-sama mencari kelemahan masing-masing saat reli-reli di lapangan."

"Saya dapat poinnya dari bola-bola reli dan colong dari smash-nya. Tapi di poin-poin akhir saya malah memberikan umpan ke lawan. Variasi bola lawan banyak keluar, sementara saya lebih banyak nerima bola saja," lanjut Shesar.

Kendati gagal ke semifinal Thailand Masters 2020, Shesar mengatakan banyak mendapat pelajaran.

Pebulutangkis kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, 3 Maret 1994 ini berharap bisa tampil lebih baik di turnamen berikutnya.

"Yang harus ditingkatkan adalah fisik, terutama kekuatan kaki dan tangan harus ditambah power-nya," ungkapnya.

"Terus masalah kelincahaan di poin-poin akhir kadang saya juga masih lengah," pungkas Shesar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS