Tinju Dunia: Tak Mau Lagi Ada Kontroversi, Fury Bidik KO-kan Wilder

Rizki Nurmansyah
Tinju Dunia: Tak Mau Lagi Ada Kontroversi, Fury Bidik KO-kan Wilder
Juara dunia kelas berat WBC, Deontay Wilder (kiri), saling bertatapan dengan penantangnya, Tyson Fury, dalam konferensi pers jelang pertarungan di Los Angeles, California, Sabtu (25/1/2020). [AFP/Ringo Chiu]

"Untuk menjamin kemenangan, saya butuh menang KO," kata Tyson Fury.

Suara.com - Petinju Inggris Tyson Fury membidik kemenangan KO dalam duel melawan Deontay Wilder. Fury mengaku bukan bermaksud sesumbar.

Dia hanya khawatir kontroversi penilaian juri pada pertarungan pertama mereka kembali terulang pada duel 22 Februari 2020 nanti.

Duel pertama kedua petinju yang berlangsung di Staples Center, Los Angeles, 1 Desember 2018, berbuntut kontroversi.

Petinju kelas berat asal Inggris, Tyson Fury (tengah), merayakan keberhasilannya memenangi duel melawan Tom Schwarz, Sabtu (15/6/2019), di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS. [AFP/Steve Marcus]
Petinju kelas berat asal Inggris Tyson Fury. [AFP/Steve Marcus]

Kondisi ini setelah hasil penilaian ketiga juri menyatakan pertarungan berakhir seri; 113-113, 115-111 dan 112-114.

Kendati dua kali dirubuhkan Wilder, Fury meyakini bahwa dirinyalah yang seharusnya memenangkan kejuaraan tinju dunia kelas berat itu.

"Saya yakin saya mengalahkannya," kata Fury soal hasil pertarungan pertama dengan Wilder, dikutip dari BBC, Sabtu (15/2/2020).

"Untuk menjamin kemenangan, saya butuh menang KO. Saya tak ingin lagi terjadi keputusan kontroversial—saya ingin meraih kemenangan yang meyakinkan," tegas petinju 31 tahun.

Duel ulang antara juara dunia kelas berat WBC Deontay Wilder vs Tyson Fury akan dihelat di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS