Suara.com - Petinju legendaris Floyd Mayweather Jr. yakin Deontay Wilder dapat membalas kekalahan dari Tyson Fury dalam trilogi pertarungan mereka.
Wilder kehilangan sabuk juara dunia kelas berat WBC setelah kalah TKO di ronde ketujuh dari Fury dalam duel tinju dunia, 22 Februari lalu.
Petinju yang kalah memiliki waktu 30 hari sejak pertarungan, mengajukan opsi tanding ulang atau rematch lagi untuk duel yang ketiga.
![Petinju Inggris, Tyson Fury (kanan), mendaratkan pukulan telak ke wajah juara dunia kelas berat WBC, Deontay Wilder, dalam duel di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (22/2/2020). [AFP/John Gurzinski]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/02/39909-deontay-wilder-dan-tyson-fury.jpg)
Duel Deontay Wilder vs Tyson Fury, pertengahan Februari lalu, merupakan rematch setelah pada pertarungan pertama, 1 Desember 2018, kedua petinju bermain imbang.
Mayweather yakin hasilnya akan berbeda ketika Wilder dan Fury kembali berhadapan untuk ketiga kalinya.
Syaratnya, kata Mayweather, dirinya yang melatih Deontay Wilder.
![Ikon tinju dunia, Manny Pacquiao (kiri), saat berduel melawan Floyd Mayweather Jr. di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat pada, Sabtu (2/5/2015). [AFP/John Gurzinski]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/15/43316-manny-pacquiao-dan-floyd-mayweather-jr.jpg)
"Jika saya melatihnya, saya bisa mengajarinya cara menang," ujar legenda tinju dunia, dikutip Suara.com dari Metro, Selasa (3/3/2020).
Sementara Bob Arum, perwakilan promotor Fury, mengatakan kemungkinan duel Deontay Wilder vs Tyson Fury Jilid III akan berlangsung pada pertengahan Juli, sebelum Olimpiade 2020, dan kembali digelar di Las Vegas.