Kenang Mendiang Bob Hasan, Suryo Agung Teringat Kata-Kata Ini

Rizki Nurmansyah
Kenang Mendiang Bob Hasan, Suryo Agung Teringat Kata-Kata Ini
Sejumlah pelayat mengantre untuk mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Muhammad Bob Hasan di rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (31/3). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Bob Hasan meninggal dunia dalam usia 89 tahun di RSPAD Gatot Soebroto.

Suara.com - Mantan sprinter nasional Suryo Agung Wibowo sangat kehilangan atas kepergian Ketua Umum PB PASI Bob Hasan yang wafat pada, Selasa (31/3/2020).

Bob Hasan meninggal dunia dalam usia 89 tahun pukul 11.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) era Presiden Soeharto itu tutup usia karena kanker paru-paru stadium 4.

Salah satu putra Muhammad Bob Hasan menunggui peti jenazah ayahnya di rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (31/3).  [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]
Salah satu putra Muhammad Bob Hasan berdiri di samping peti jenazah ayahnya di rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (31/3). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suryo Agung mengenang Bob Hasan sebagai sosok berdedikasi, mengingat ia telah amat berjasa selama empat dekade mengabdi pada cabang olahraga atletik Indonesia.

"Sangat kehilangan. Bapak adalah sosok yang mau mendedikasikan semua apa yang beliau punya hanya untuk kemajuan atletik Indonesia," kata Suryo Agung dikutip Suara.com dari Antara, Selasa (31/3/2020).

Suryo Agung yang kini berprofesi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menilai, Bob Hasan sangat berpengaruh besar dalam karier dan kehidupannya.

Di bawah kepemimpinan Bob Hasan di PB PASI, Suryo Agung pernah menyandang label Manusia Tercepat Asia Tenggara usai mencatatkan rekor 10,17 detik pada SEA Games 2009 di Laos.

Mantan sprinter nasional Suryo Agung Wibowo saat merayakan keberhasilan memenangi final lari 100m putra SEA Games 2009 di Vientiane, Laos, Minggu (13/12/2009). [AFP/Hoang Dinh Nam]
Mantan sprinter nasional Suryo Agung Wibowo saat merayakan keberhasilan memenangi final lari 100m putra SEA Games 2009 di Vientiane, Laos, Minggu (13/12/2009). [AFP/Hoang Dinh Nam]

Meski dilabeli manusia tercepat di Asia Tenggara, Suryo yang pernah tampil pada Olimpiade 2008 Beijing itu mengingat betul justru Bob Hasan tak ikut-ikutan seperti kebanyakan orang memuji prestasinya itu.

Sebaliknya, kata Suryo Agung, Bob Hasan selalu mengingatkannya agar tak cepat berpuas diri.

"Ketika SEA Games 2009, saat saya meraih emas dan pecah Rekornas dan rekor SEA Games dengan catatan waktu 10.17 detik, beliau bilang, 'Gung lu harus bisa lari lebih kencang lagi, di bawah 10.10 detik'," kenangnya.

Kata-kata itu tak pernah dilupakan Suryo Agung Wibowo. Sekaligus Bob Hasan ingin memacu atlet untuk lebih bersemangat berprestasi.

Terbukti, banyak atlet yang diorbitkan oleh Bob Hasan selama menjadi pengurus PASI.

Terkini, ada Lalu Muhammad Zohri yang dijuluki Bocah Ajaib dari Lombok, yang telah lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

"Intinya dia memacu kami dan jangan berpuas diri dengan apa yang sudah diraih, jadi terus menerus berprestasi," ucap Suryo Agung.

Jenazah Bob Hasan akan dimakamkan di makam keluarga di Komplek Taman Makam Pahlawan Gatot Subroto, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (1/4/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS