Bukan Jadi Pembalap, Ini Cita-Cita Marc Marquez Sebenarnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Gagah Radhitya Widiaseno
Bukan Jadi Pembalap, Ini Cita-Cita Marc Marquez Sebenarnya
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, merayakan keberhasilan memenangi balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (16/9/2019. [AFP/Marco Bertorello]

Kira-kira, apa cita-cita yang diinginkan Marc Marquez ini?

Suara.com - Marc Marquez punya cerita tersendiri mengenai perjalanan hidup sebelum jadi pembalap. Pembalap andalan Honda itu ternyata malah tidak pernah terpikir kalau dirinya menjadi pembalap top sekarang.

Di masa muda, The Baby Alien memiliki cita-cita yang tidak ada hubungannya dengan dunia balap motor. Seperti dilansir dari Speedweek, pembalap asal Spanyol ini memiliki impian menjadi pesepakbola profesional.

"Saya ingat ketika masih kecil, saya sangat mencintai sepakbola. Bahkan hingga kini, meski sudah menjadi pembalap, saya masih mengikuti perkembangannya," ujar Marquez.

"Soal pemain idola, saya ingat Ronaldinho, saya sangat mengaguminya. Kemudian ada Andres Iniesta, dan kini Lionel Messi. Mereka semua merupakan sosok terbaik," sambungnya.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, merayakan keberhasilan meraih gelar juara dunia kedelapan sepanjang kariernya usai memenangi balapan seri terakhir MotoGP 2019 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (17/11). [AFP/Pierre-Philippe Marcou]
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, merayakan keberhasilan meraih gelar juara dunia kedelapan sepanjang kariernya usai memenangi balapan seri terakhir MotoGP 2019 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (17/11). [AFP/Pierre-Philippe Marcou]

Pembalap andalan Honda ini memang kerap terlihat menonton di tribun penonton ketika ada pertandingan tim favoritnya, Barcelona. Bahkan tak cuma menonton partai Barcelona saja, ia sempat kepergok menonton pertandingan Liga Jerman antara Bayern Munich melawan RB Leipzig.

Saat sudah terjebak di dunia balap motor, Marquez bahkan sempat bingung dengan masa depannya apakah terus menjadi pembalap atau menjadi pesebakbola profesional.

Ia akhirnya lebih memilih menjadi pembalap MotoGP setelah terlibat obrolan panjang bersama sang ayah.

Mungkin ini keputusan tepat untuk Marc Marquez. Terbukti, sudah banyak gelar ia sumbangkan untuk Honda sepanjang karirnya ini.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS