Suara.com - Dunia tinju turut terdampak pandemi Covid-19. Para petarung sempat kesulitan untuk sekedar naik ring apalagi memperebutkan sabuk juara dunia.
Dengan mengingat situasi yang tidak menentu, Give Me Sport menyusun daftar 10 petinju terbaik dalam 12 bulan terakhir.
Kriteria utama dalam penyusunan daftar petinju terbaik lintas kelas ini adalah kemajuan karir mereka selama 2020.
Para petarung yang sukses mematahkan prediksi atau berhasil mengalahkan lawan yang di atas kertas lebih unggul, turut mendapat penilaian lebih.
Uniknya, Anthony Johsua hanya duduk di peringkat kelima dalam daftar ini, kendati pada duel terakhir, dia sukses mempertahankan sabuk juara dunia kelas berat WBA (Super), IBF, WBO, dan IBO dengan mengalahkan Kubrat Pulev.
Berikut daftar 10 petinju terbaik 2020 dirangkum Suara.com dari Give Me Sport:
10. Terence Crawford
![Petinju AS, Terence Crawford (kiri), menang TKO ronde ke-9 atas penantangnya dari Lithuania, Egidijus Kavaliauskas, dalam kejuaraan tinju dunia kelas welter WBO di Madison Square Garden, New York, Sabtu (14/12/2019) malam waktu setempat. [AFP/Getty Images North America/Al Bello]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/16/26566-terence-crawford.jpg)
Petinju kelas welter, Terence Crawford berada di peringkat ke-10 setelah berhasil mengalahkan Kell Brook dalam duel perebutan sabuk juara dunia kelas welter WBO pada September lalu.
Hasil itu membuat Crawford berhasil meraih 15 duel perebutan gelar juara dunia secara beruntun sejak Maret 2014. Itu juga membuat kans dirinya menghadapi Errol Spence terbuka lebar.
![Roman Gonzalez. [dok. Instagram@chocolatito87]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/01/24066-roman-gonzalez.jpg)
Roman Gonzalez bertarung dua kali pada 2020. Dia sukses merebut kembali sabut gelar juara dunia kelas terbang super dengan mengalahkan Kal Yafai pada Februari lalu.
Dia kemudian sukses mempertahankan sabuk tersebut saat melawan Israel Gonzalez pada Oktober. Hasil itu membuat petarung Honduras ini sebagai salah satu yang terbaik di kelas ringan sejak pergantian Milenium.
![Alexander Povetkin sukses mempertahankan sabuk juara dunia WBA usai mengalahkan petinju kelas berat AS, Hashim Rahman, di Hamburg, Jerman, Sabtu (29/9/2012). [AFP/Dagmar Kielhorn]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/16/32186-alexander-povetkin.jpg)
Satu pukulan sukses menyelamatkan tempat Povetkin sebagai petinju kelas berat elit. Dia sukses mengalahkan Dillian Whyte pada Agustus 2020.
Kemenangan itu membuat Povetkin semakin dekat untuk menantang Tyson Fury dalam perebutan sabuk juara dunia kelas berat WBC. Sebelum ke sana, dia harus memainkan pertarungan ulang dengan Dillian Whyte pada 2021.
7. Naoya Inoue
![Naoya Inoue. [Dok. Instagram@naoyainoue_410]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/01/74967-naoya-inoue.jpg)
Olahraga tinju dianggap mulai meredup, tetapi Ring Magazine masih bersinar dan populer bagi pembaca. Tahun ini, mereka menempatkan Inoue sebagai No.2 di peringkat pound-for-pound pada akhir tahun, hanya di belakang 'Canelo' Alvarez.
Petarung Jepang secara klinis mengalahkan Jason Moloney pada bulan Oktober untuk mempertahankan sabuk kelas bantam IBF dan WBA.
Dia tidak diragukan lagi adalah petarung yang paling menarik untuk disaksikan pada kelas tinju yang lebih ringan.
6. Saul Alvarez
![Petinju kenamaan Meksiko, Saul Alvarez, dalam acara timbang badan jelang pertarungan melawan Gennady Golovkin (Kazakhstan) di MGM Grand Hotel & Casino, Las Vegas, Amerika Serikat, Jumat (15/9/2017). [AFP/John Gurzinski]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/11/13/32447-saul-alvarez.jpg)
'Canelo' hanya bertarung sekali pada tahun 2020, pertarungan unifikasi untuk gelar kelas menengah WBA dan WBC melawan Callum Smith tidak lama sebelum Natal.
Lebarnya poin kemenangan menunjukkan bagaimana kelas dari seorang Canelo. Petinju Meksiko itu menduduki peringkat teratas akhir tahun ESPN di kelas menengah dan kelas menengah super.
Kemenangan atas Smith nyaris tidak berarti banyak untuk Canelo, tetapi itu menjaga karier tinjunya tetap berada di puncak.
![Petinju Inggris, Anthony Joshua (tengah), merayakan keberhasilannya menjadi juara dunia tinju kelas berat WBA (Super), WBO, IBO dan IBF, usai mengalahkan Andy Ruiz dalam pertarungan di Diriyah Arena, Arab Saudi, Sabtu (7/12/2019) malam waktu setempat. [AFP/Fayez Nureldine]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/20/99321-anthony-joshua.jpg)
Anthony Joshua telah mendapatkan kembali gelarnya dengan kemenangan poin yang aman namun membosankan atas Andy Ruiz Jr di Arab Saudi pada akhir tahun 2019.
Maka, di tahun 2020, petinju kenamaan Inggris itu tampil garang saat menjalani duel dengan petarung asal Bulgaria, Kubrat Pulev.
Kemenangan KO di ronde kesembilan membuat reputasinya kembali terdongkrak. Dia sekaligus semakin dekat untuk menjalani duel unifikasi melawan Tyson Fury.
![Petinju AS, Gervonta Davis, baru saja berhasil merebut sabuk juara dunia kelas ringan WBA usai menang TKO atas Yuriorkis Gamboa. [Instagram/gervontaa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/30/71418-gervonta-davis.jpg)
Petinju berjuluk Tank itu mengirim Leo Santa Cruz ke alam mimpi alias kalah KO pada November 2020. Pukulan kerasnya dianggap Give Me Sport sebagai KO terbaik 2020.
Kemenangan itu membawa Davis mengamankan sabuk gelar juara dunia kelas ringan dan ringan junior versi WBA.
3. Errol Spence
![Juara dunia tinju kelas welter IBF, Errol Spence Jr. [AFP/Al Bello]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/30/62988-errol-spence-jr.jpg)
Errol Spence tidak hanya memiliki gelar kelas welter WBC dan IBF ditambah rekor tak terkalahkan yang harus dilindungi ketika ia menghadapi Danny Garcia pada bulan Desember.
Petarung asal Texas itu juga ingin membuktikan bahwa kecelakaan mobil yang mengerikan 14 bulan sebelumnya tidak menimbulkan efek jangka panjang dalam karir tinjunya.
Pada akhirnya, ia memastikan kemenangan angka dengan gerakan apik dan jab cerdas. Semua tanda tanya di sekitar Spence menghilang malam itu kecuali yang sudah jelas - kapan dia akan melawan Terence Crawford?
![Teofimo Lopez. [Dok. Instagram@teofimolopez]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/01/77798-teofimo-lopez.jpg)
Dengan gerak kaki yang mempesona dan tinju yang cerdas, Vasyl Lomachenko dianggap sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik di dunia serta juara kelas ringan WBA dan WBO.
Namun, Teofimo Lopez telah menarik perhatian petinju Ukraina itu jauh sebelum dia memenangkan mahkota IBF pada Desember tahun lalu.
Pada akhirnya, Vasyl Lomachenko yang diunggulkan justru tersungkur. Teofimo Lopez yang terkenal banyak bicara kini benar-benar menjadi bintang tinju global.
1. Tyson Fury
![Ekspresi petinju Inggris, Tyson Fury, usai merebut sabuk juara dunia kelas berat WBC dengan mengalahkan sang juara bertahan Deontay Wilder lewat kemenangan TKO ronde ketujuh di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (22/2/2020). [AFP/Mark Ralston]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/24/74519-tyson-fury.jpg)
Peringkat pertama dalam daftar ini ditempati Tyson Fury, petinju kenamaan asal Britania Raya. Dia berada di 'puncak dunia' setelah mengalahkan Deontay Wilder pada Februari 2020.
Sebelum mengalahkan Wilder dan merebut sabuk gelar juara dunia kelas berat WBC, Tyson Fury sempat diragukan. Tetapi, pukulannya yang membuat Wilder akhirnya kalah TKO di ronde tujuh di Las Vegas, membuat dia kini dinobatkan sebagai juara kelas berat sesungguhnya.