alexametrics

Marc Marquez Disebut Jadi Beban Tim Repsol Honda oleh Pembalap Ini, Begini Alasannya

Yasinta Rahmawati | Gagah Radhitya Widiaseno
Marc Marquez Disebut Jadi Beban Tim Repsol Honda oleh Pembalap Ini, Begini Alasannya
Ekspresi kegembiraan rider Repsol Honda, Marc Marquez usai memenangi MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu (20/6/2021) malam WIB. [Ronny HARTMANN / AFP]

Kok bisa-bisanya Marc Marquez disebut beban tim Repsol Honda oleh salah seorang pembalap Honda ini?

Suara.com - Marc Marquez masih menjadi salah satu ikon dari tim Repsol Honda. Meski prestasinya di musim ini terbilang belum cukup memuaskan, namun Honda masih tetap mengandalkan.

Ternyata hal tersebut justru dipandang sinis oleh pembalap penguji Honda, Stefan Bradl. Ia menyebut kalau pembalap berjuluk The Baby Alien ini menjadi beban tim Repsol Honda saat ini.

Tim Repsol Honda dianggap terlalu bergantung pada sosok Marc Marquez, padahal The Baby Alien belum kembali ke performa terbaiknya.

"Ya, saya kecewa. Tapi bukan berarti saya takut Honda sudah kehilangan peluang di MotoGP," kata Bradl dikutip dari Speedweek.

Baca Juga: Hasil FP2 MotoGP Belanda: Vinales Masih Lanjutkan Dominasinya

"Saya lihat secara teknis, motor kami tidak berjalan semulus biasanya. Dikendarai juga tidak terlalu nyaman," ujarnya.

Stefan Bradl saat berlaga di sirkuit Losail (Instagram)
Stefan Bradl saat berlaga di sirkuit Losail (Instagram)

Bos Honda, Alberto Puig menyatakan kalau timnya tidak bermasalah dengan motor. Ia menyebut kalau Honda belum memiliki pembalap yang jago seperti Marc Marquez.

Hal ini membuat Stefan Bradl merasa kesal. Tim Repsol Honda masih mempercayakan Marc Marquez jadi pembalap andalan.

Tim Repsol Honda memaksakan kondisi Marc Marquez sehingga pembalap lain jadi kena imbasnya.

Bradl pun menyarankan kepada Marc Marquez untuk segera bangkit dan menemukan performa terbaiknya seperti dulu kala.

Baca Juga: Dicecar Pertanyaan Youtuber Spanyol, Marc Marquez Sebut Nama Valentino Rossi

"Pertama, Marquez mesti menemukan dirinya terlebih dahulu. Setelah itu memikirkan soal persaingan dengan tim lain," tuturnya.

Komentar