facebook

Terhenti di Babak Pertama, Bagas Petik Pengalaman Berharga di Olimpiade

Reky Kalumata
Terhenti di Babak Pertama, Bagas Petik Pengalaman Berharga di Olimpiade
Pepanah Indonesia Alviyanto Bagas Prastyadi terhenti di babak pertama nomor perorangan Olimpiade Tokyo 2020 setelah kalah telak dengan skor 0-6 (25-26, 26-29, 28-29) saat melawan wakil Australia Taylor Worth di Yumenoshina Ranking Field, Kamis (29/7/2021). [NOC Indonesia].

Ini merupakan debut Alviyanto Bagas Prastyadi di ajang Olimpiade

Suara.com -
Pemanah Indonesia Alviyanto Bagas Prastyadi memetik pengalaman berharga dari keikutsertaannya dalam Olimpiade Tokyo meskipun terhenti di babak pertama nomor perorangan putra, Kamis.

Menurut Bagas, pengalamannya debut di Olimpiade dengan menghadapi atlet-atlet kelas dunia akan menjadi bekal dalam menghadapi kejuaraan kualifikasi menuju Olimpiade 2024 Paris sehingga bisa kembali tampil di Paris nanti.

“Pengalaman yang paling menarik adalah pengalaman bertanding melawan atlet-atlet dari negara lain karena berbeda rasanya saat bertanding melawan mereka dibandingkan dengan saat bertanding dengan sesama atlet Indonesia. Selain itu secara fisik juga berbeda. Mereka lebih tinggi,” ujar Bagas usai laga, dalam siaran pers Komite Olimpiade Indonesia seperti dimuat Antara.

Pada babak 32 besar, Bagas harus menelan kekalahan telak dalam tiga set langsung dengan skor 0-6 dari wakil Australia Taylor Worth, mengikuti Arif Dwi Pangestu yang sudah tersingkir dua hari sebelumnya.

Baca Juga: Ketika Timnas Indonesia Tampil Memukau di Olimpiade Melbourne 1956

Pada set pertama, Bagas kalah 26-25, dan dia tak mampu mengimbangi dua bidikan sempurna Worth di set kedua saat kalah 29-26. Bidikan Bagas membaik di set ketiga dengan dua bidikan 9 dan satu bidikan 10, tetapi dua bidikan 10 dari Worth mengakhiri perlawanan Bagas.

Atlet berusia 19 tahun itu mengakui bahwa ia masih perlu banyak berlatih dalam menghadapi berbagai situasi terutama cuaca ekstrem dan angin kencang yang selama ini kerap menjadi kendala para pemanah Indonesia di Tokyo.

“Saya harus banyak berlatih lagi di cuaca ekstrim seperti ini, khususnya di tempat yang berangin besar. Di sini anginnya besar dan datang dari segala arah.” kata Bagas.

Sementara itu, pelatih Permadi Sandra Wibawa mengatakan bahwa Bagas merupakan bibit potensial yang harus terus dibina, khususnya untuk persiapan Olimpiade 2024 Paris.

Menurut dia, pengalaman di Tokyo menjadi bahan evaluasi federasi dalam mengembangkan prestasi panahan di masa mendatang.

Baca Juga: 5 Pesona Andin Wijaya, Presenter yang Bawakan Acara Olimpiade Tokyo 2020

“Ini multievent pertama Bagas. Dia bahkan belum pernah turun di PON dan SEA Games, langsung di Olimpiade. Ini bibit bagus buat Perpani untuk Olimpiade Paris 2024. Semoga kita bisa melakukan evaluasi. Dengan kurangnya kompetisi yang kita ikuti, inilah hasilnya. Jadi kami berharap pembinaan lebih baik ke depan dan lebih banyak kompetisi yang diikuti akan lebih baik,” ujarnya.

Komentar