alexametrics

Terbukti Doping, Sprinter Nigeria Resmi Dicoret dari Olimpiade Tokyo 2020

Bangun Santoso
Terbukti Doping, Sprinter Nigeria Resmi Dicoret dari Olimpiade Tokyo 2020
Sprinter Nigeria Blessing Okagbare saat berlomba di Heat 6 kualifikasi lari 100m putri di Stadion Olimpiade Tokyo, Jepang, 30 Juli 2021. (REUTERS/ALEKSANDRA SZMIGIEL)

Odhiambo seharusnya berbaris untuk pemanasan lari 100m putra tetapi diskors setelah dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik

Suara.com - Sprinter putri Nigeria Blessing Okagbare dan spesialis 100 meter Kenya Mark Odhiambo dikeluarkan dari Olimpiade Tokyo setelah hasil tes menunjukkan mereka kedapatan doping.

Okagbare yang seharusnya berlari dalam semifinal 100 m putri pada Sabtu (31/7/2021) waktu setempat, dinyatakan positif menggunakan hormon pertumbuhan.

Okagbare (32) yang peraih medali perak lompat jauh Olimpiade Beijing 2008, gagal tes doping pada 19 Juli atau empat hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.

Odhiambo seharusnya berbaris untuk pemanasan lari 100m putra tetapi diskors setelah dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik, kata Badan Tes Internasional (ITA).

Baca Juga: Tak Puas dengan Medali Perak, Perenang AS Ryan Murphy Tuding Rivalnya Gunakan Doping

"Atlet itu sudah diberitahu soal kasus ini dan telah ditangguhkan sementara sampai penyelesaian masalah sesuai dengan Kode Anti-Doping Dunia dan Aturan Anti-Doping IOC," kata ITA seperti dikutip AFP.

Odhiambo yang berusia 28 tahun dan memiliki waktu terbaik 10,05 detik itu menggugat hasil tes doping tersebut dan kasusnya kini sudah dirujuk ke divisi anti-doping Mahkamah Arbitrase Olahraga yang berkantor pusat di Lausanne.

Kenya masuk kategori 'A' dari daftar pantauan Badan Anti-Doping Dunia terhadap negara-negara yang dianggap memiliki risiko doping tertinggi dan para atletnya harus menjalani tes ketat agar memenuhi syarat bisa berlomba dalam Olimpiade dan kejuaraan dunia.

Sekretaris utama olahraga Kenya Joe Okudo mengatakan kementeriannya telah menerima laporan resmi mengenai temuan analisis yang merugikan pada sampel yang dikumpulkan dari sang atlet pada 28 Juli ketika berada di Desa Olimpiade.

"Kementerian masih menunggu kesimpulan dari banding yang diajukan oleh sang atlet dan menekankan tekad pemerintah dalam memerangi doping," kata Okudo.

Baca Juga: Lifter China Diduga Doping, Windy Cantika Berpeluang Raih Perak Olimpiade Tokyo

Doping sangat mempengaruhi cabang olahraga paling sukses di Kenya di mana lebih dari 60 atlet diskors dalam lima tahun terakhir karena pelanggaran yang mencakup kegagalan mengungkapkan keberadaan mereka kepada penguji anti-doping.

Komentar