alexametrics

Casey Stoner: Ducati Terlalu Pede dengan Motor Balapnya

Cesar Uji Tawakal
Casey Stoner: Ducati Terlalu Pede dengan Motor Balapnya
Pembalap penguji (test rider) Ducati, Casey Stoner. [AFP/Mohd Rasfan]

Stoner menilai bahwa Ducati tak menghormati pembalapnya karena terlalu percaya diri dengan motor balapnya.

Suara.com - Lama tak turun ke lintasan balap, Casey Stoner tiba-tiba bikin heboh usai keluarnya pernyataan kontroversial mengenai mantan timnya di MotoGP, Ducati.

Dilansir dari Visordown, pembalap Australia tersebut juga mengungkap alasan kenapa ia menyebrang ke Honda sebelum akhirnya pensiun dari kejuaraan tersebut di akhir 2012.

Juara dunia dua kali ini mengatakan bahwa Honda memperlakukan pembalapnya secara lebih baik dibanding Ducati.

Bahkan sebelum pensiun, Stoner sempat mendapat tawaran kenaikan gaji uda kali lipat.

Baca Juga: Jelang MotoGP Styria 2021, Wajah Aleix Espargaro Ada yang Berbeda

“Aku tidak akan berbohong. Tawaran terakhir yang saya dapatkan, mungkin saya bodoh menolaknya, tetapi Anda adalah seseorang yang melakukannya demi cinta atau seseorang yang melakukannya demi uang," ungkapnya.

"Saya menghasilkan lebih banyak uang daripada yang pernah saya bayangkan, jadi saya sangat senang dengan keputusan saya,” lanjutnya.

Pebalap penguji Ducati, Casey Stoner, saat hendak melibas tikungan di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada tes pramusim (3/2) [AFP/Mohd Rasfan]
Pembalap penguji Ducati, Casey Stoner, saat hendak melibas tikungan di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada tes pramusim (3/2) [AFP/Mohd Rasfan]

“Dalam segala hal, kesepakatan Honda lebih baik daripada Ducati, jadi mengapa saya tetap bersama mereka? Saya tidak mendapatkan rasa hormat di sana," tutur Stoner.

“Saya pikir mereka semakin buruk dalam menjaga pembalap merekamereka. Berkali-kali mereka tidak menunjukkan loyalitas kepada pengendara karena mereka benar-benar percaya bahwa mereka memiliki motor terbaik,” pungkasnya.

Penuturan Stoner ini cukup seirama dengan pernyataan Dovizioso yang hengkang dari pabrikan Italia tersebut akhir musim lalu.

Baca Juga: Valentino Rossi Bagikan Tips Kembalikan Mood Balapan Usai Liburan Paruh Musim MotoGP 2021

Walau kehilangan dua sosok fenomenal ini, sekarang Ducati tetap menjadi salah satu pesaing utama dalam perebutan juara dunia MotoGP salah satunya melalui jasa pembalap Prancis, Johann Zarco.