alexametrics

Sprinter Belarus Krystsina Tsimanouskaya Lelang Medali

Syaiful Rachman
Sprinter Belarus Krystsina Tsimanouskaya Lelang Medali
Sprinter Belarusia, Krystsina Tsimanouskaya. (Dimitar Dilkoff/AFP)

Nama Krystsina Tsimanouskaya menjadi sorotan setelah dikeluarkan dari tim di Olimpiade Tokyo.

Suara.com - Sprinter Krystsina Tsimanouskaya, yang dikeluarkan dari Olimpiade Tokyo oleh tim Belarus setelah mengkritik pelatih, melelang medali dari European Games 2019 untuk mendukung para atlet yang terjebak dalam tindakan kekerasan.

Ofisial tim Belarus membawa atlet berusia 24 tahun itu ke bandara Haneda Tokyo di luar kemauannya pada Minggu (1/8/2021) lalu, sehari sebelum dia akan bertanding pada nomor 200m.

Dia menolak untuk naik pesawat pulang ke negaranya, dan sejak saat itu ia mencari perlindungan di Polandia karena khawatir akan keselamatannya jika kembali ke Belarus.

Sprinter Belarusia Krystsina Tsimanouskaya dipaksa meninggalkan Jepang di tengah Olimpiade Tokyo, Senin (2/8/2021). [AFP]
Sprinter Belarusia Krystsina Tsimanouskaya dipaksa meninggalkan Jepang di tengah Olimpiade Tokyo, Senin (2/8/2021). [AFP]

Tsimanouskaya mengatakan alasannya dikeluarkan dari tim adalah kritik terhadap "kelalaian pelatih kami."

Baca Juga: Siap Pulang ke Chelsea, Romelu Lukaku Jalani Tes Medis di Milan

Sprinter itu dimasukkan dalam nomor estafet 4x400m tanpa sepengetahuannya setelah beberapa anggota tim diketahui tidak memenuhi syarat untuk berkompetisi.

Yayasan Solidaritas Olahraga Belarus, kelompok yang mendukung atlet yang dipenjara atau tidak dapat bermain karena pandangan politik mereka, mengatakan medali tersebut dilelang atas permintaan Tsimanouskaya untuk mendukung atlet Belarus "yang menderita akibat tindakan rezim Lukashenko," seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/8/2021).

Tawaran untuk medali tersebut mencapai 5.200 dolar AS atau sekitar Rp74,8 juta di eBay.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko diduga melakukan tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap para demonstran dan tokoh-tokoh oposisi setelah pemilihan presiden yang digelar setahun lalu, yang menurut para kritikus dan pengamat telah dicurangi. Namun, dia membantah kecurangan pemilu tersebut.

Tindakan keras itu telah mempengaruhi sejumlah atlet elite, bahkan beberapa di antaranya dipenjara karena bergabung dengan protes jalanan.

Baca Juga: Siap Gaji Lionel Messi Rp11 Miliar Per Pekan, Manchester United Saingi PSG

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh yayasan tersebut, Tsimanouskaya mengatakan medali perak yang dia raih dalam estafet tim di European Games 2019 di ibukota Belarus, Minsk, memiliki arti khusus.

Komentar