Kisah Anthony Ginting Memilih Karier Sebagai Atlet Bulutangkis

Arief Apriadi

Jum'at, 10 September 2021 | 11:00 WIB
Kisah Anthony Ginting Memilih Karier Sebagai Atlet Bulutangkis
5 Gaya Anthony Sinisuka Ginting di Luar Lapangan (Instagram Anthony Sinisuka Ginting)

Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting membagikan kisah bagaimana dirinya meniti karier menjadi pebulutangkis profesional.

Hal itu disampaikan Anthony Sinisuka Ginting saat menghadiri sebuah diskusi virtual yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Kamis (9/9/2021).

Anthony Sinisuka Ginting mengaku mulai mengenal olahraga bulutangkis ketika berusia 5-6 tahun. Oleh Ayahnya, dia kemudian didaftarkan ke sebuah klub bulutangkis saat umur 7-8 tahun.

Pada usia sekolah dasar tersebut, pria kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu mengatakan memang suka berolahraga. Dia bahkan mengikuti kejuaraan futsal bersama teman-temannya.

Namun menginjak usia remaja, saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, dia mulai fokus pada olahraga yang saat ini membawa namanya masuk ke jajaran lima besar pemain terbaik dunia.

Sejak saat itu, kenang Anthony, dia mulai intens latihan dan mengikuti sejumlah pertandingan kejuaraan nasional. Hingga pada 2013, tepatnya saat kelas 1 SMA, ia dipanggil untuk bergabung di pelatnas.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Jauh sebelum berada di pelatnas, sebenarnya Anthony telah melihat pebulutangkis Taufik Hidayat sebagai idola. Hingga akhirnya dia dapat mengikuti langkah peraih emas Olimpiade Athena itu untuk berlaga di ajang olahraga multievent tingkat dunia tersebut.

Di Olimpiade Tokyo, yang merupakan debut Anthony di pesta olahraga tertinggi itu, kerja keras, pengorbanan dan dedikasinya kepada olahraga bulu tangkis berbuah manis saat dia berhasil membawa pulang perunggu.

Anthony mengakhiri puasa medali Olimpiade tunggal putra Indonesia dalam 17 tahun, yang terakhir ketika idolanya Taufik Hidayat menyabet emas, sementara Sony Dwi Kuncoro meraih perunggu pada 2004 di Athena.

Satu kata menurut Anthony yang dapat membuatnya berada di titik pencapaiannya saat ini adalah totalitas.

"Di SMP harus pilih sekolah apa bulu tangkis. Kita enggak tahu juga di bulu tangkis ini bakal bagaimana, berhasil apa enggak. Aku sama orang tua sudah mutusin untuk jalanin di bulu tangkis, jadi harus totalitas," kata Anthony.

Totalitas yang dimaksud Anthony, termasuk menjaga pola makan, istirahat dan fokus sepenuhnya kepada latihan, tidak setengah-setengah, dan yang paling penting adalah disiplin.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke babak kedua Toyota Thailand Open setelah menekuk wakil India, Sourabh Verma, Selasa (19/1/2021). [BWF/Badmintonphoto].
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke babak kedua Toyota Thailand Open setelah menekuk wakil India, Sourabh Verma, Selasa (19/1/2021). [BWF/Badmintonphoto].

Dengan pencapaian tersebut, bukan berarti Anthony tidak pernah merasakan titik terendah secara profesional. Dia mengaku sebagai manusia biasa pernah merasakan jenuh pada profesinya itu, terlebih ketika harus menelan kekalahan saat pertandingan.

Putus asa saat usahanya tidak membuahkan hasil juga pernah dia rasakan. Namun ketika perasaan itu datang, kerja kerasnya saat meniti karier membuat dia kembali semangat dan mengalihkan fokusnya ke turnamen berikutnya.

Ketika rasa "down" melanda, Anthony punya resep tersendiri. Sederhana, rahasianya adalah makan makanan enak.

"Mencoba berpikir positif dan coba cara yang buat refresh otak... Simple sih, makan makanan enak sudah termasuk. Kalau turnamen di negara A, kalau saya habis kalah, ajak teman makan di luar sambil cari udara, lihat pemandangan sekitar sudah refresh juga," ujar Anthony.

Saat berkelliling dunia untuk mengikuti turnamen, dia menyebut Jepang sebagai negara yang paling dia senangi. Sayangnya pada Olimpiade Tokyo, para atlet tidak diziinkan keluar dari Kampung Atlet sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Padahal, sebelum pandemi dia mengaku suka mencicipi segala macam makanan, dan Jepang menjadi favoritnya.

Jika punya resep untuk mengatasi perasaan "down," Anthony juga punya kunci untuk sukses di pertandingan. Dia sama sekali tidak membawa persoalan pribadi ke dalam lapangan.

"Belajar seprofesional mungkin," kata dia.

Meski tidak meraih medali emas dalam Olimpiade Tokyo, seperti yang dia targetkan, Anthony tetap bersyukur, dan menyimpan target itu menjadi sebuah keinginan untuk diulang selanjutnya pada Olimpiade Paris, "kalau 2024 mudah-mudahan masih sehat," kata dia.

Untuk dapat mewujudkan keinginannya itu, Anthony sekarang fokus pada setiap turnamen yang ia jalani, termasuk yang terdekat adalah Piala Sudirman dan Thomas-Uber Cup.

Sementara kata pensiun masih jauh dari Anthony saat ini, dia berkeinginan untuk berkecimpung di luar bidang bulu tangkis. Entah itu pengusaha, kata dia, saat sudah tidak lagi produktif di dunia yang digelutinya itu.

Masih dalam suasana peringatan Haornas ke-38, Anthony memberikan pesan khusus kepada mereka yang ingin menjadi seorang atlet profesional.

Menurut pebulu tangkis yang saat ini berusia 25 tahun itu, peran orang tua sangat penting untuk menentukan pilihan anak untuk menekuni bidang olahraga.

"Tidak mudah untuk memilih itu, jadi jangan setengah-setengah buat menjalaninya. Karena kita bisa melihat juga perhatian pemerintah, BUMN, swasta juga tidak setengah-setengah, jadi harus totalitas," ujar Anthony, demikian dilansir dari Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lengkap! Hasil Simulasi Piala Sudirman-Thomas-Uber 2021

Lengkap! Hasil Simulasi Piala Sudirman-Thomas-Uber 2021

Your Say | Kamis, 09 September 2021 | 08:16 WIB

Taufik Hidayat Pernah Disuruh Kalah dari Malaysia, Dijanjikan Duit 3 Kali Lipat

Taufik Hidayat Pernah Disuruh Kalah dari Malaysia, Dijanjikan Duit 3 Kali Lipat

Riau | Selasa, 07 September 2021 | 09:42 WIB

Pensiun dari PBSI, Richard Mainaky Punya Cita-cita Majukan Bulutangkis Indonesia Timur

Pensiun dari PBSI, Richard Mainaky Punya Cita-cita Majukan Bulutangkis Indonesia Timur

Sport | Senin, 06 September 2021 | 15:35 WIB

Sumbang Dua Emas di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Ngaku Belum Puas

Sumbang Dua Emas di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Ngaku Belum Puas

Riau | Senin, 06 September 2021 | 08:47 WIB

Samai Rekor Legenda Bulutangkis China, Leani Ratri Oktila Belum Puas

Samai Rekor Legenda Bulutangkis China, Leani Ratri Oktila Belum Puas

Sport | Senin, 06 September 2021 | 08:07 WIB

Terkini

Transformasi Istora Senayan Jadi Arena Sportainment Kelas Dunia di Indonesia Open 2026

Transformasi Istora Senayan Jadi Arena Sportainment Kelas Dunia di Indonesia Open 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 20:02 WIB

Daftar 21 Wakil Tuan Rumah di Indonesia Open 2026: dari Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri

Daftar 21 Wakil Tuan Rumah di Indonesia Open 2026: dari Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 19:48 WIB

Alwi Farhan Bongkar 'Trauma' Thomas Cup, Bidik Kebangkitan di Indonesia Open 2026

Alwi Farhan Bongkar 'Trauma' Thomas Cup, Bidik Kebangkitan di Indonesia Open 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 19:32 WIB

Perang Bintang di Istora, Indonesia Open 2026 Siapkan Hadiah Rp25 Miliar!

Perang Bintang di Istora, Indonesia Open 2026 Siapkan Hadiah Rp25 Miliar!

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 17:51 WIB

Indonesia Open 2026: Shohibul Fikri Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up saat Tampil di Istora

Indonesia Open 2026: Shohibul Fikri Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up saat Tampil di Istora

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 17:10 WIB

Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026

Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 15:07 WIB

Tampil Sensasional, Kimi Antonelli Merendah soal Peluang Juara Dunia F1 2026

Tampil Sensasional, Kimi Antonelli Merendah soal Peluang Juara Dunia F1 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 12:11 WIB

Fajar/Fikri Syukuri Hasil Runner-up di Singapore Open 2026, Targetkan Hasil Lebih Baik ke Depan

Fajar/Fikri Syukuri Hasil Runner-up di Singapore Open 2026, Targetkan Hasil Lebih Baik ke Depan

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 10:34 WIB

Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 GP Italia 2026

Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 GP Italia 2026

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 10:29 WIB

Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini

Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 10:26 WIB