alexametrics

Usai Jalani Operasi, Roger Federer Merasa Lebih Kuat dan Bersemangat

Reky Kalumata
Usai Jalani Operasi, Roger Federer Merasa Lebih Kuat dan Bersemangat
Petenis asal Swiss, Roger Federer merayakan kemenangan atas Marin Cilic dalam laga babak kedua French Open 2021 di Roland Garros, Paris, Kamis (3/6/2021) waktu setempat. [Anne-Christine POUJOULAT / AFP].

Federer sudah menjalani dua kali operasi pada tahun 2020

Suara.com - Petenis Swiss Roger Federer mengatakan bahwa dirinya sedang menjalani pemulihan dengan baik, bahkan merasa lebih kuat setelah melakukan operasi lutut terakhirnya.

Federer, yang mundur dari US Open, sebelumnya mengatakan akan melewatkan turnamen tenis selama beberapa bulan ke depan karena perlu melakukan operasi lutut berkali-kali agar bisa fit untuk kembali bermain.

Pria berusia 40 tahun itu sudah menjalani dua kali operasi pada tahun 2020 yang membuatnya harus menjalani pemulihan selama satu tahun lebih sebelum kembali beraksi di lapangan pada Maret lalu.

Petenis peringkat sembilan dunia itu terakhir kali bermain di Wimbledon pada Juli. Namun perjalanannya terhenti di perempat final sehingga memupus impiannya untuk meraih gelar kesembilan di All England Club.

Baca Juga: Gadis 18 Tahun Sukses Pikat Hati Manajer Liverpool Jurgen Klopp

“Saya sebenarnya merasa sangat baik… ada hal-hal yang tidak saya harapkan, tetapi saya pulih dengan baik dan rehabilitasi berjalan sangat lancar,” kata Federer kepada Eurosport, seperti dikutip Reuters, Rabu.

“Saya tidak mengalami kemunduran. Saya merasa kuat dan bersemangat untuk menghadapi yang akan datang. Saya berharap bisa kembali ke lapangan tenis secepat mungkin, tapi saya harus bersabar,” katanya menambahkan.

“Ini membutuhkan waktu dan saya harus menjalaninya selangkah demi selangkah. Sejauh ini bagus, saya sangat senang.”

Federer, yang memiliki rekor 20 gelar Grand Salam sama seperti Rafael Nadal dan Novak Djokovic, yakin bahwa memenangi empat gelar Grand Slam dalam satu musim masih memungkinkan setelah Djokovic nyaris mencapai prestasi tersebut. Namun ia gagal mencatatkan sejarah itu usai kalah oleh Daniil Medvedev di final US Open.

"Saya kira itu mungkin terjadi lagi. Tapi itu perlu sedikit keberuntungan. Anda perlu ketekunan, kekuatan… itu sebabnya saya pikir itu akan sulit, tapi mungkin terjadi,” pungkas dia seperti dimuat Antara.

Baca Juga: Hadapi Barbados di Davis Cup 2021, Indonesia Tanpa Ari Fahresi

Komentar