alexametrics

Olimpiade Brisbane 2032 Diprediksi Habiskan Lebih dari Rp52 Triliun

Syaiful Rachman
Olimpiade Brisbane 2032 Diprediksi Habiskan Lebih dari Rp52 Triliun
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengumumkan Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, Rabu (21/7/2021). ANTARA/REUTERS/Pool/Toru Hanai/pri.

Pemerintah federal telah berjanji untuk menyumbang 50 persen dari biaya Olimpiade.

Suara.com - Menteri Olahraga Australia Richard Colbeck mengatakan biaya Olimpiade Brisbane 2032 kemungkinan akan melebihi perkiraan 5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp52,676 triliun tetapi pemerintah Australia akan memastikan pengeluaran tersebut dihabiskan dengan bijaksana.

Pemerintah federal telah berjanji untuk menyumbang 50 persen dari biaya Olimpiade Musim Panas ketiga Australia tersebut, namun Colbeck mengaku terkejut dengan pengumuman pemerintah Queensland tentang pembangunan kembali lapangan kriket Gabba Brisbane senilai 1 miliar dolar Australia atau sekitar Rp10,534 triliun.

"Mungkin akan sedikit lebih dari lima (miliar), mengingat infrastruktur untuk transportasi dan infrastruktur untuk Olimpiade," kata Colbeck dikutip Antara dari Reuters, Selasa (19/10/2021).

"Pengumuman Gabba sedikit mengejutkan banyak dari kami, tapi itulah yang mendorong proses yang kami lakukan sekarang, kesepakatan... sehubungan dengan pendanaan 50/50 infrastruktur Olimpiade."

Baca Juga: Daftar Negara yang Pulangkan Medali Olimpiade Gara-gara Doping, Rusia Paling Banyak

Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade memberikan tekanan besar pada penggunaan tempat yang ada untuk menggelar Olimpiade, termasuk Gabba yang dibangun kembali untuk menjadi arena upacara pembukaan dan penutupan serta atletik.

Berapa tepatnya biaya yang harus dialokasikan untuk Olimpiade selalu menjadi masalah karena kota tuan rumah sering menggunakan tempat pertandingan untuk meningkatkan infrastruktur.

Penyelenggara Beijing mengklaim keuntungan operasional 1 miliar yuan atau sekitar Rp2,2 triliun dari penyelenggaraan Olimpiade 2008, tetapi biaya untuk pembangunan kota, termasuk bandara baru dan jalur kereta bawah tanah serta penutupan pabrik, diperkirakan mencapai 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp564 triliun.

Colbeck mengatakan pemerintah federal telah menjelaskan kepada pemerintah Queensland bahwa perjanjian pendanaan memiliki syarat.

"Kami mengatakan, jika kami akan menjadi mitra 50 persen, kami akan menjadi mitra asli 50 persen dalam seluruh proses ini," tambahnya.

Baca Juga: Tragis, Atlet Lari Kenya di Olimpiade Tokyo Ditemukan Tewas Ditusuk Suami

"Itu masuk ke pengaturan yang kami setujui untuk membentuk panitia penyelenggara, tetapi juga akan ada kesepakatan antar-pemerintah antara negara bagian dan Persemakmuran..."

"Itu akan memberi kami kemitraan sejati dalam keseluruhan proses pembangunan infrastruktur, termasuk juga beberapa pengambilan keputusan strategis yang akan dilakukan."

Komentar