alexametrics

Pembalap Ini Ungkap Kebobrokan Tim MotoGP, Sistem Perekrutan Jadi Sorotan

Cesar Uji Tawakal
Pembalap Ini Ungkap Kebobrokan Tim MotoGP, Sistem Perekrutan Jadi Sorotan
Mantan pembalap Aprilia, Scott Redding, berada di belakang rider andalan Ducati, Andrea Dovizioso, pada latihan bebas MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Jumat (7/9/2018). [AFP/Tiziana Fabi]

Ia menilai bahwa para pembalap terlalu mudah untuk disingkirkan.

Suara.com - Pembalap WSBK yang dulunya pernah ikut MotoGP, Scott Redding mengatakan bahwa tim-tim pabrikan di ajang tersebut memperlakukan para rider secara tidak layak.

Dilansir dari Autosport, pria yang kini membela tim Ducati WSBK ini menilai bahwa ramainya kedatangan pembalap muda membuat para seniornya mudah tergusur.

"Jujur saya sempat berusaha kembali ke MotoGP, namun saya tak pernah mendapat peluang untuk menaiki motor yang punya potensi juara," tuturnya.

"Tim satelit cuma bisa masuk 10 besar, saya tak ke sini untuk itu," lanjutnya.

Baca Juga: Jelang MotoGP 2022, Kapan Sirkuit Mandalika Dihomologasi?

Pebalap Aprilia, Scott Redding, berada di atas motornya saat sesi latihan bebas MotoGP Catalunya, Barcelona, Jumat (15/6/2018). [AFP/Lluis Gene]
Mantan pembalap Aprilia, Scott Redding, berada di atas motornya saat sesi latihan bebas MotoGP Catalunya, Barcelona, Jumat (15/6/2018). [AFP/Lluis Gene]

"Mereka memboyong para pembalap muda. Saat saya berbicara pada beberapa tim, mereka bilang bahwa usia saya (28) sudah terlalu tua. Mereka lebih memilih pembalap muda dan saya tak percaya dengan sistem ini," terangnya.

Ia menilai bahwa MotoGP saat ini cukup kejam bagi sebagian pihak. Pembalap yang sudah tak lagi belia sulit untuk mendapat kesempatan bertarung secara seimbang lantaran sulitnya menarik perhatian tim-tim top.

"Jika Anda gagal melakukan sesuatu selama satu-dua tahun, Anda harus pergi," kata Redding lagi.

"Ini tidak adil, para pembalap tak dihormati," pungkasnya.

Baca Juga: Gelaran WSBK Seri Mandalika, Tersedia Paket Nonton Balapan Plus Taksi Helikopter

Komentar