alexametrics

Kepergok Palsukan Hasil Tes PCR, Mekanik Ini Diusir dari Gelaran MotoGP hingga Akhir Tahun

Cesar Uji Tawakal
Kepergok Palsukan Hasil Tes PCR, Mekanik Ini Diusir dari Gelaran MotoGP hingga Akhir Tahun
Logo MotoGP. (MotoGP.com)

Mekanik tersebut kena hukuman oleh IRTA usai ulah nakalnya terbongkar.

Suara.com - Tim Avintia Esponsorama Racing kini tengah menjadi sorotan usai tim satelit dari Ducati tersebut mendepak salah satu mekaniknya karena alasan tak terduga.

Dilansir dari Autosport, mekanik ini dipecat dari tim karena kepergok memalsukan hasil tes PRC yang biasanya diperiksa sebelum masuk ke lintasan.

Mekanik ini kepergok memalsukan hasil tes pada hari Selasa (19/10/2021) sebelum balapan Misano pada pekan ini.

Dalam hasil tes tersebut, dikatakan bahwa PCR dilakukan di Laboratorium Quiron, Spanyol pada hari Senin.

Baca Juga: Ini Alasan Penumpang dari Luar Negeri Wajib PCR di Bandara

Usai ketahuan, mekanik ini dilarang mengakses paddock MotoGP hingga akhir 2021. Hukuman tersebut dijatuhkan oleh International Race Team's Association (IRTA).

Pebalap Avintia Racing, Enea Bastianini. [Dok. Instagram@eneabastianini]
Avintia Racing dan pembalap andalan mereka Enea Bastianini. [Dok. Instagram@eneabastianini]

Tak cuma itu, IRTA juga bisa memperpanjang hukuman ini jika mereka mau.

Pihak Avintia sendiri sudah merilis pernyataan pada Selasa sore usai mendepak mekaniknya. Berikut pernyataannya:

“Dari Avintia Esponsorama Racing kami menunjukkan kepatuhan total kami dengan semua tindakan yang diambil oleh Dorna dan IRTA itu, serta kebijakan tim kami dan kode etik yang dipatuhi semua anggotanya, termasuk mekanik, teknisi, anggota keluarga, sponsor, atau siapa pun orang lain yang dekat dengan tim, kami berkewajiban untuk mengambil tindakan disipliner khusus dan menutup semua hubungan dengan anggota tim kami, yang kemarin, berkat kerja keras yang dilakukan oleh Dorna dan IRTA, gagal memalsukan tes PCR untuk mendapatkan akses ke paddock sirkuit Misano untuk grand prix berikutnya.” 

“Sebagai tim yang secara tidak langsung bertanggung jawab untuk menanggung semua biaya yang berasal dari tindakan luar biasa oleh protokol COVID-19 kepada semua pekerjanya, dengan tindakan semacam ini kami sadar bahwa mereka ingin mendapatkan keuntungan mereka sendiri dengan mempertaruhkan sisa pekerjaan orang-orang yang menjadi inti tim dan kejuaraan."

Baca Juga: Pembalap Ini Ungkap Kebobrokan Tim MotoGP, Sistem Perekrutan Jadi Sorotan

Komentar