Tanpa Gelar, PBSI Tetap Apresiasi Performa Timnas di French Open

Rully Fauzi Suara.Com
Rabu, 03 November 2021 | 15:37 WIB
Tanpa Gelar, PBSI Tetap Apresiasi Performa Timnas di French Open
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon. [Dok. PBSI]

Suara.com - PBSI tetap mengapresiasi kerja keras Timnas Bulutangkis Indonesia di ajang French Open meski gagal mendulang gelar.

Manajer tim Indonesia di French Open 2021, Irwansyah menilai penampilan atlet secara umum sudah bagus dan maksimal jika diukur dari kondisi stamina yang sudah terkuras.

"Sebenarnya kondisi fisik dan kebugaran tubuhnya sudah habis. Bisa dikatakan semua sudah babak belur karena menjalani tur yang demikian panjang," kata Irwansyah dalam rilis resmi PBSI, Rabu (3/11/2021).

Pebulu tangkis Indonesia yang berlaga di Paris, sebelumnya sudah bermain di tiga turnamen Eropa yakni Piala Sudirman (Finlandia), Piala Thomas dan Denmark Open selama kurang lebih dua bulan.

Dengan padatnya jadwal turnamen tim Pelatnas Cipayung, wajar jika faktor kelelahan menghambat performa atlet untuk mencapai titik puncak, kata Irwansyah.

"Maklum para pemain turun bertanding sejak September di Piala Sudirman di Finlandia, dan lanjut ke Piala Thomas di Denmark. Setelah itu masih main di Denmark dan French Open. Faktor kelelahan tentu menjadi penyebab penampilan pemain menurun," ungkapnya.

Menyikapi ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak final turnamen level Super 750 ini, ia pun mengaku kagum dengan kemampuan The Minions yang bisa bertahan hingga partai puncak.

Apalagi mereka sebelumnya harus bertarung sengit di semifinal melawan rekannya sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menguras tenaga. Dampaknya di babak final kekuatan, kecepatan dan kebugaran Minions berkurang banyak.

Meski akhirnya hanya bertengger sebagai runner-up, namun PBSI melihat Kevin/Marcus punya sisi positif di aspek ketahanan mental yang semakin matang.

"Kevin/Marcus bisa melaju ke final menurut saya karena mereka masih memiliki kemauan keras. Mereka punya semangat besar untuk terus mencoba bermain maksimal dan ngotot, meskipun tenaganya sebenarnya sudah habis dan kurang mendukung," pungkas Irwansyah.

[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI