IBL 2022 Resmi Bergulir Pakai Penonton

Kamis, 06 Januari 2022 | 20:44 WIB
IBL 2022 Resmi Bergulir Pakai Penonton
Jumpa pers gelaran IBL 2022 di Jakarta, Kamis (6/1/2022). (Suara.com / Adie Prasetyo Nugraha)

Suara.com - Indonesia Basketball League (IBL) 2022 segera dimulai. Kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia ini siap bergulir mulai 15 Januari 2022.

Menariknya, IBL 2022 bakal berlangsung dengan penonton. Ya, para suporter boleh datang langsung ke venue untuk menonton tim kesayangannya bertanding.

Namun, ini tentunya tetap sesuai protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun IBL musim ini bakal diikuti oleh 16 tim, termasuk pendatang baru Rans PIK Basketball yang dimiliki oleh selebritas Tanah Air, Raffi Ahmad.

"Jadi kita sudah dapat izin untuk IBL 2022 boleh ada penonton. Tapi, nanti tanggal 7 (Januari) kita akan gelar simulasi terlebih dahulu di Hall Basket Senayan," ungkap Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah dalam peluncuran kompetisi IBL 2022 di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah. [Dok. IBL]
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah. [Dok. IBL]

"Nanti ada pertemuan lagi tanggal 7 di Hall Basket Senayan bersama seluruh pihak, termasuk BNPB, Kepolisian, Pemda dan sebagainya untuk finalisasi akhir untuk penonton," sambungnya.

"Nanti persyaratannya untuk penonton, harus  vaksin, antigen dan pembelian (tiket) hanya dilakukan online. Tidak ada on the spot."

IBL 2022 sendiri akan berlangsung dalam enam seri. Dimana dimulai di Jakarta, kemudian Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya dan Denpasar.

"Buat kami, 2022 itu targetnya bukan untuk memenuhi GOR (venue pertandingan) karena kita tahu situasi pandemi COVID-19 belum selesai. Apalagi hari ini Jakarta masih ada kenaikan," ucap Junas.

Baca Juga: Wendha Wijaya Bakal Cetak Rekor di IBL 2022

"Jadi buat kami, berapa pun (jumlah penonton di venue) yang disetujui pemerintah itu sudah lebih dari cukup. Artinya pemain sudah bisa kembali dihadiri fans dan keluarganya tanpa harus menunggu lebih dari setahun."
 
"Untuk angkanya itu beda-beda. Kalau di Jakarta kita akan berada di angka 15-20 persen, angkanya sekitar 500 orang. Bandung juga sama, Yogyakarta sedikit lebih tinggi. Bali paling banyak mencapai 50 persen, tapi karena kapasitas GOR-nya lebih kecil jadi beda-beda, tergantung kotanya," terangnya.

Lebih dari itu, ada atau tidaknya penonton tergantung situasi dan kondisi daerah masing-masing. Panitia tidak akan memaksakan jika memang tak memungkinkan penonton hadir.

"Ada catatan juga H-7 itu akan dilihat situasi di kota tersebut. Kalau ada lonjakan kenaikan (COVID-19), kita tidak akan berspekulasi dan memaksakan diri," pungkas Junas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI