facebook

Prestasi Atletik Jeblok, Atlet Soroti Kinerja PASI di Bawah Luhut Pandjaitan

Arief Apriadi
Prestasi Atletik Jeblok, Atlet Soroti Kinerja PASI di Bawah Luhut Pandjaitan
Pelari Indonesia, Odekta Elvina Naibaho memegang kertas berisikan pesan sesaat setelah finis di urutan pertama sekaligus memastikan emas nomor marathon putri di Hanoi National Sports Complex, Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Kamis (19/5/2022). [ANTARA/Arindra Meodia]

Tim atletik Indonesia gagal mencapai target delapan medali emas di SEA Games 2021.

Suara.com - Prestasi Indonesia di cabang olahraga atletik SEA Games 2021 jauh dari harapan. Menargetkan delapan medali emas, mereka cuma mampu membawa pulang dua dan harus puas finis di tempat kelima dalam klasemen perolehan medali.

Rinciannya, atletik Indonesia meraih total 11 medali yakni dua emas, lima perak, dan empat perunggu. Jumlah itu menurun dari edisi 2019 di mana tim Merah Putih membawa pulang lima medali emas, enam perak, dan lima perunggu.

Dua emas yang diraih atletik Indonesia di SEA Games 2021 datang dari Eki Febri Ekawati yang tampil di nomor tolak peluru putri dan Odekta Elvina Naibaho dari nomor lari marathon putri.

Meski berhasil mempersembahkan medali emas, nama terakhir mengaku kecewa dengan kinerja PB PASI di bawah kepengurusan Ketua Umum Luhut Binsar Pandjaitan. Hal itu dinilainya berbeda jauh dari kepengurusan di bawah Almarhum Bob Hasan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal di SEA Games 2021, PSSI Tak Berpikir Pecat Shin Tae-yong

Di SEA Games 2021, Odekta menjelaskan bahwa dia harus berjuang maksimal sendiri serta bekerja keras meskipun tidak mendapatkan biaya dari PB PASI selama dua bulan.

Dia merasa kecewa karena sejatinya sudah mengorbankan emosi, materi, masa muda dan keluarganya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa jangan hanya peduli ketika kami berhasil, tetapi ketika gagal dibuang. Tolong untuk pengurus federasi dan apa pun yang bersangkut paut di kepengurusan," kata Odkta kepada awak media.

Bahkan, lanjut Odekta, PB PASI di pengurusan saat ini terkesan kurang peduli dengan persiapan dan keperluan atletnya. Urusan kecil seperti fasilitas pijat pun disebutnya tak diberikan.

Odekta juga mengungkapkan PB PASI belum membayar invoice tagihan pengeluarannya untuk sewa apartemen ketika dia memilih melanjutkan training camp (TC) di Jakarta yang sebelumnya berlangsung di Pangalengan.  

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Diminta Bangkit, Kalahkan Malaysia Demi Bawa Pulang Perunggu

"Namun, buat apa mempermasalahkan itu sebelum ada hasil. Saya ingin memperlihatkan hasil dulu dan pengorbanan saya akhirnya terjawab ketika saya ikhlas. Ini pelajaran buat mereka, ayo kerja bersama-sama," tegasnya.

Komentar