Olahraga, Membuat Hidup Maria Goreti Semakin Berarti

Syaiful Rachman Suara.Com
Kamis, 04 Agustus 2022 | 19:37 WIB
Olahraga, Membuat Hidup Maria Goreti Semakin Berarti
Atlet balap kursi roda Indonesia Maria Goreti Samiyati berselebrasi usai finis di posisi pertama pada final 400 meter putri T54 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2022). Maria Goreti Samiyati meraih medali emas dengan catatan waktu 1 menit 2,77 detik, sementara rekannya Nina Gusmita memperoleh medali perunggu dengan cacatan waktu 1 menit 06 detik. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.

Tiga pesaing lain yakni Hyatfa Chuiaui dan Atitaya Chookerd dari Thailand, serta Prudencia Panaligan (Filipina), berturut-turut tercecer di urutan paling belakang.

Bagi Maria, dua emas dan satu perak ini menjadi persembahan terakhirnya bagi Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2022 Solo. Ia berharap medali yang disumbangkannya turut mengantarkan Indonesia sebagai juara umum ajang olahraga multicabang tersebut.

"Ini terakhir makanya saya teriak-teriak 'Indonesia, Indonesia'. Ini Penghabisan," ujarnya sambil mengelap keringat yang belum kering.

Target Paralimpiade

Mencatatkan debut manisnya di ajang ASEAN Para Games 2022, Maria tentu tak ingin berpuas diri. Masih banyak capaian yang harus ia gapai. Salah satu impian terakhirnya sebagai atlet yakni bisa merasakan atmosfer berlaga di pentas Paralimpiade Paris 2024.

Dua emas dan satu perak ini menjadi modal berharga bagi Maria untuk bisa mengepakkan sayapnya lebih tinggi lagi kendati usianya sudah tak lagi muda. Pada ASEAN Para Games 2022, ia sudah menginjak usia 34 tahun.

"Targetnya pasti saya ingin lolos ke Parimpiade tapi selangkah demi selangkah. Mulai dari Asia dulu baru kedepannya semoga bisa ke Paralimpiade," ujar dia menambahkan.

Jalan menuju itu semua memanglah tidak mudah, tapi dengan tekad dan latihan, Maria yakin mimpi sesulit apapun bisa dia raih. Sama seperti halnya saat menyumbangkan dua emas dan satu perak di ASEAN Para Games 2022.

Perhelatan ini adalah bukti dari mimpinya yang bisa berprestasi kendati di tengah keterbatasan. Ia sebelumnya tak menyangka bisa ikut terlibat dalam ajang akbar khusus difabel Asia Tenggara. Jika ia menyerah saat itu, ketika harus kehilangan kaki serta buah hati, barangkali saat ini dia hanya akan menghabiskan waktu di rumah saja.

Baca Juga: Para-badminton Pastikan Lampaui Target Medali di APG 2022

Maria juga ingin agar prestasi yang torehkannya dapat menginspirasi anak-anak difabel lain. Dihantam badai duka bertubi-tubi, tak membuat hidup menjadi tak berarti. Justru sebagai penggerak bahwa mimpi apapun dapat diraih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI