Wawancara Eksklusif Richard Mainaky Soal Polemik Kontrak Pelatih di Pelatnas PBSI

Arief Apriadi

Minggu, 05 Maret 2023 | 09:24 WIB
Wawancara Eksklusif Richard Mainaky Soal Polemik Kontrak Pelatih di Pelatnas PBSI
Kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky [Humas PBSI]

PBSI harus berbenah?

Iya. Kalau saya dulu dengan Herry Iman Pierngadi (pelatih kepala sektor ganda putra PBSI] tidak takut [perihal pemutusan kerjasama tiba-tiba]. Karena kami konsisten memberikan prestasi.

Tapi kalau pelatih yang baru masuk dan minim pengalaman dan perlu belajar dengan pola yang macam-macam. Ya jelas mereka ketar-ketir.

Mereka jadi takut. Contohnya, membentuk pemain itu butuh proses. Sampai dua-tiga tahun untuk menilai anak itu potensial atau tidak. Nah karena tak ada ikatan kontrak, pelatih terancam.

Dia bisa saja degradasi atletnya, padahal atlet itu masih butuh proses. Dia takut karena jika para atletnya tidak cepat berprestasi, dia bisa sewaktu-waktu dilepas PBSI. Jadi pelatih tak nyaman [karena tak ada kontrak yang jelas].

Pelatih Ddipaksa berpikir instan cari prestasi?

Iya. Atlet butuh proses, pelatih pun butuh proses. Beda dengan saya dan Herry Iman Pierngadi. Kami diperpanjang [karena konsisten berprestasi].

Perihal gaji pelatih PBSI?

Saya tak tahu yang lain. Namun saat saya melatih di sana itu gaji cukup bagus. Saya salah satu yang paling besar. Gaji naik terus.

baca juga

Tunjangan dan bonus?

Bonus ada. Misal saya membawa atlet jadi juara dunia, itu ada tambahan satu kali gaji. Tapi kalau bonus lain itu kan dari pemerintah. Kalau di PBSI ya cuma satu atau dua-tiga kali gaji, seperti itu.

Jadi tiap pengurusan berbeda-beda, tergantung pengurus. Dahulu pak Sutiyoso (Ketua Umum PBSI 2004-2008) itu beda lagi.

Misal saya bawa atlet juara Superseries--sekaranga disebut BWF World Tour. Misal atlet dapat 100 juta, kami pelatih dapat 30 persen dari pak Sutiyoso.

Apa yang harus dilakukan PBSI untuk menjamin kesejahteraan pelatih?

Harus ada aturan yang jelas di AD/ART PBSI terkait kesejahteraan pelatih. Itu harusnya ada di situ, jadi pengurus baru mengikuti itu, bukan buat kebijakan baru lagi. Selama yang saya tahu, tiap kepengurusan baru, kebijakannya baru lagi.

Selain kontrak yang jelas, apresiasi juga penting?

Saya sudah memberikan hampir semuanya, dari mulai juara dunia, perak dan emas Olimpiade, saya pensiun satu persen pun saya tidak dikasih [apresiasi] oleh PBSI.

Hal itu harus dipikirkan. Karena para pelatih yang sudah bekerja bertahun-tahun dan memberikan prestasi harusnya mendapat jaminan kesejahteraan.

Walaupun saya secara pribadi tidak mempermasalahkan itu. Tapi ke depan, saya himbau PBSI untuk memikirkan aspek itu.

Pelatih tergoda pindah ke luar negeri karena lebih dihargai?

Seharusnya dari pemerintah atau PBSI, saya harap ada jaminan kesejahteraan untuk para pelatih berprestasi. Jadi seperti uang pensiun, para pelatih ini mendapat uang apresiasi setiap bulannya. Intinya harus ada jaminan kesejahteraan untuk mereka.

Karena kasihan misal ada pelatih [berprestasi] pensiun dia tidak dapat apa-apa. Kan kasihan. Apalagi untuk pelatih-pelatih yang kurang berprestasi, bagaimana itu?

Karena dedikasi pelatih itu besar. Dia sudah bekerja siang-malam. Waktu dengan kekuarga tersita. Tapi penghargaannya seperti itu saja.

Memang ada piagam dan medali. Saya berterima kasih soal itu, tapi seperti orang bilang 'memang lu bisa kasih makan keluarga cuma pakai piagam?'.

Makanya saya harap seperti itu. [Ketidak jelasan kontrak dan minim apresiasi pasca pensiun] cukup sampai di saya saja. Jadi pelatih yang sudah mengabdi lama dan berprestasi diatur agar layak mendapat apresiasi setelah pensiun.

Aturan tak profesional jadi bumerang PBSI?

Iya. Pelatih itu juga punya keluarga. Dia punya kewajiban untuk kesejahteraan keluarga dia. Kalau Dia dapat tawaran yang lebih baik dan lebih layak, ya dia terima itu. Itu wajar.

Karena jarang ada pelatih seperti saya, koh Christian Hadinata, Herry Iman Pierngadi yang memang tidak mau bekerja di luar negeri [meski kontrak di PBSI tidak jelas}.

Ini bukan terkait soal nasionalis atau apa, tapi ini soal kebutuhan. Kalau saya secara pribadi memang tak suka melatih di luar negeri.

Jadi pelatih hengkang ke luar negeri bukan masalah nasionalis atau bukan. Kami semua cinta Indonesia, tapi para pelatih ini kan punya kebutuhan [untuk keluarganya].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Flandy Limpele Mundur dari Pelatnas, Jadi Head Coach Sektor Ganda Hong Kong?

Flandy Limpele Mundur dari Pelatnas, Jadi Head Coach Sektor Ganda Hong Kong?

Your Say | Rabu, 01 Maret 2023 | 16:29 WIB

Flandy Limpele Mundur dari Pelatnas Cipayung, Begini Penjelasan PBSI

Flandy Limpele Mundur dari Pelatnas Cipayung, Begini Penjelasan PBSI

Sport | Rabu, 01 Maret 2023 | 15:20 WIB

Flandy Limpele Tinggalkan Pelatnas Cipayung dan Latih Hong Kong, Ini Kata PBSI

Flandy Limpele Tinggalkan Pelatnas Cipayung dan Latih Hong Kong, Ini Kata PBSI

Ranah | Rabu, 01 Maret 2023 | 14:01 WIB

Profil Az Zahra Putri Dania, Pebulu Tangkis Berbakat Indonesia yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Profil Az Zahra Putri Dania, Pebulu Tangkis Berbakat Indonesia yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Sport | Senin, 27 Februari 2023 | 19:26 WIB

Innalillahi, Pebulutangkis Indonesia Az Zahra Putri Dania Meninggal Dunia

Innalillahi, Pebulutangkis Indonesia Az Zahra Putri Dania Meninggal Dunia

Sport | Senin, 27 Februari 2023 | 12:28 WIB

4 Ganda Campuran Indonesia yang Lolos Perempat Final Thailand Masters 2023

4 Ganda Campuran Indonesia yang Lolos Perempat Final Thailand Masters 2023

Your Say | Kamis, 02 Februari 2023 | 18:14 WIB

Terkini

Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears

Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears

Sport | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:28 WIB

Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi

Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi

Sport | Senin, 22 Juni 2026 | 10:20 WIB

Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir

Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:57 WIB

Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026

Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:49 WIB

Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko

Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:46 WIB

Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026

Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:42 WIB

Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026

Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:39 WIB

Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1

Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1

Sport | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:31 WIB

MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026

MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026

Sport | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:25 WIB

Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras

Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras

Sport | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:09 WIB