- PBSI menargetkan minimal satu gelar juara pada Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora GBK, 20-25 Januari 2026.
- Sektor ganda putra dinilai paling berpeluang besar menyumbang kemenangan, sebagai perbaikan capaian tahun lalu.
- Persiapan tim fokus pada fisik, taktik, dan mental atlet untuk menghadapi persaingan global yang semakin merata.
Suara.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara resmi menetapkan target dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang akan digelar pekan ini, 20-25 Januari 2026.
Tampil di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno (GBK), skuad Merah Putih dibebani misi untuk mengamankan minimal satu gelar juara.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menegaskan optimisme tim tuan rumah dalam menjemput prestasi membanggakan di turnamen level Super 500 tersebut.
Sektor ganda putra kembali menjadi tumpuan utama Indonesia untuk mendulang trofi, mengingat kedalaman skuad dan stabilitas performa yang dimiliki saat ini.
Eng Hian menegaskan PBSI ingin menebus hasil buruk di Indonesia Masters 2025 di mana wakil Merah Putih cuma mampu meraih dua predikat runner-up.
"Dua perak (runner-up) tidak cukup. Paling tidak kami bisa mendapatkan satu gelar juara di sini," kata Eng Hian dalam konferensi pers di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senin (19/1/2026).
Eng Hian menilai ganda putra memiliki peluang paling besar dibandingkan sektor lainnya.
"Beberapa sektor, khususnya ganda putra, memiliki peluang yang relatif lebih besar berdasarkan performa, kedalaman skuad, dan stabilitas pasangan,” lanjutnya.
Meski bertumpu pada ganda putra, PBSI tetap mendorong sektor lain seperti tunggal putra dan putri untuk bersaing ketat hingga fase akhir turnamen.
Nama-nama andalan seperti Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, hingga pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri siap diturunkan untuk merealisasikan target tersebut.
Selain itu, para pemain muda yang sedang naik daun seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga diharapkan mampu memberikan kejutan.
Persiapan tim Indonesia telah dilakukan secara bertahap dan terintegrasi untuk memastikan para atlet berada dalam kondisi puncak saat bertanding mulai Selasa (20/1).
"Fokus utama berada pada stabilisasi kondisi fisik pasca turnamen akhir tahun, penajaman aspek teknis dan taktis sesuai karakter lawan, serta kesiapan mental bertanding di awal tahun," jelas Eng Hian.
PBSI menyadari bahwa persaingan di level dunia kini semakin terbuka dan merata, sehingga tidak ada lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Hadirnya pemain top dunia seperti Chen Yu Fei dari China dan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dipastikan akan menambah intensitas persaingan.
"Kompetisi dunia kini jauh lebih terbuka, banyak atlet non-unggulan mampu tampil konsisten dan memberi tekanan besar kepada para pemain papan atas," ujar Eng Hian menganalisis peta kekuatan..
Eng Hian mengingatkan para atlet untuk mampu mengelola tekanan dan momentum di lapangan, karena setiap pertandingan berpotensi menghadirkan pertarungan sengit sejak babak awal.
"Dengan peta persaingan global yang semakin merata, peluang Indonesia tetap ada di semua sektor, namun sangat bergantung pada konsistensi perfoma, kecerdasan strategi, serta kemampuan atiet mengelola tekanan dan momentum di lapangan," pungkasnya.
Turnamen yang menyediakan total hadiah 500 ribu Dollar AS ini akan menjadi pembuktian awal tahun bagi para pebulutangkis Indonesia di rumah sendiri.