- M Mabruk Arib Dzaky, atlet para angkat berat Kalbar, terpilih sebagai pembawa bendera Indonesia pada pembukaan 20 Januari 2026.
- Kontingen Indonesia menampilkan kekayaan budaya Nusantara dengan 50 delegasi mengenakan beragam baju adat pada defile pembukaan.
- Indonesia menargetkan perolehan 82 medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2025, menegaskan kesiapan para atlet.
Suara.com - Atlet para angkat berat asal Kalimantan Barat, M Mabruk Arib Dzaky, terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih saat upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025, Selasa (20/1/2026) malam.
Momen spesial mengangkat panji-panji Merah Putih dalam penampilan perdananya di ASEAN Para Games ini, akan dilakukan Arib Dzaky dengan cara yang spesial. Arib Dzaky akan tampil memakai baju adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Arib Dzaky tak sendirian dalam memperkenalkan baju adat yang menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia.
Atlet kelahiran 29 Februari 2004 tersebut akan dikawal dua atlet para tenis meja asal Jawa Tengah, Agustiningsih dan Sri Wahyuni, yang akan mengenakan baju adat dari NTT dan Bali.
Tak ketinggalan atlet para atletik asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa dan atlet para panahan asal Kalimantan Selatan, Riyanti Ananda, akan mengenakan baju adat dari provinsi Sumatera Utara.
Anggota tim Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Dedy Irwan Virantama, mengatakan bahwa para atlet dan ofisial sudah siap tampil berbeda pada pesta pembukaan ASEAN Para Games 2025.
"Di opening ceremony nanti kita akan menampilkan sesuatu yang luar biasa. Kita akan tunjukkan kepada negara-negara peserta bahwa Indonesia kaya akan budayanya, serta melambangkan filosofi kebudayaan dan persatuan," kata Dedy Irwan Virantama, Senin (19/1/2026).
Total ada 50 atlet dan ofisial yang akan ikut dalam rombongan defile kontingen Indonesia. Dedy Irwan menjelaskan pemilihan Arib Dzaky sebagai pembawa bendera Merah Putih.
"Kita telah menunjuk saudara Mabruk Arib Dzaky, seorang atlet para angkat berat yang masih muda dan tentunya berprestasi, yang menjadi simbol kejayaan para atlet Indonesia," jelas Dedy Irwan.
Baca Juga: Penasihat Teknis PSSI Jordi Cruyff Disebut Bakal Seret Ajax ke Jurang Lebih Dalam
Keseriusan Indonesia dalam mempersiapkan opening ceremony sekaligus menegaskan kesiapan para atlet untuk memburu prestasi di ASEAN Para Games 2025. Kontingen Indonesia berangkat dengan target 82 medali emas, 77 perak dan 77 perunggu.
"Kalau ditanya tentang kesiapan para atlet, jangan pernah diragukan, karena mereka sudah beradaptasi dengan lingkungan baru, beradaptasi dengan venue pertandingan dan siap menjemput kemenangan," ucap Dedy Irwan.
Sementara itu, Arib Dzaky mengungkapkan rasa bangganya setelah terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih saat defile kontingen Indonesia di upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025.
Pada H-1 acara tersebut, Arib Dzaky bersama empat atlet lainnya mencoba baju adat yang akan dikenakan. Arib Dzaky mengaku terkesan dengan kemewahan baju adat NTT.
"Menurut saya, bajunya bagus sekali. Walaupun saya bukan dari NTT, tetapi dari Kalimantan Barat, saya suka baju ini, keren," ungkap atlet peraih medali perak PEPARNAS XVII 2024 dan medali emas World Abilitysport Youth Games 2025 ini.
Hal yang sama turut diungkapkan Sri Wahyuni yang menjajal baju adat Bali. Ia menjadi lebih percaya diri menuju momen pertamanya mengikuti defile untuk ajang ASEAN Para Games.