- Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menghormati budaya sendiri saat membuka Musyawarah Nasional XVI IPSI pada 11 April 2026.
- Masyarakat Indonesia diajak menghilangkan rasa rendah diri terhadap pengaruh luar dengan membanggakan kekayaan warisan budaya nasional yang unik.
- Penghormatan terhadap budaya dan leluhur dinilai krusial dalam membentuk semangat serta karakter kuat bagi seluruh bangsa Indonesia.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuannya menghormati budaya sendiri.
Prabowo mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri, mengingat kekayaan budaya nasional yang melimpah.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia, Sabtu (11/4/2026).
Prabowo Subianto menilai penghormatan terhadap budaya berpengaruh besar terhadap semangat dan karakter bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang besar menghormati orang tuanya, leluhurnya,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
![Presiden RI Prabowo Subianto menitipkan pesan penting kepada calon Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) berikutnya. [Dok IPSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/11/98232-prabowo-subianto.jpg)
Prabowo menjelaskan, seruan tersebut berangkat dari pengalaman sejarah Indonesia.
Pada masa lalu, sebagian kalangan terdidik sempat terlalu mengagungkan budaya luar hingga memicu rasa rendah diri atau inferiority complex.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut harus diubah karena Indonesia memiliki banyak keunggulan yang patut dibanggakan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa warisan budaya Indonesia bersifat unik dan tidak dimiliki bangsa lain.
“Kita bangga pakai teluk belanga. Kita bangga pakai kopiah. Kita bangga pakai sarung. Kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” tegasnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kebanggaan terhadap budaya sendiri tidak berarti menutup diri dari pengaruh luar.
Indonesia tetap menghormati bangsa lain, namun tidak boleh kehilangan jati diri.
“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Kita hormat sama semua negara, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri,” pungkasnya.