- Oleksandr Usyk mempertahankan gelar juara dunia kelas berat setelah menang TKO atas Rico Verhoeven di Piramida Giza, Mesir.
- Wasit menghentikan laga pada ronde ke-11 meski Rico Verhoeven unggul jauh dalam perolehan poin dari catatan juri.
- Keputusan wasit memicu kontroversi karena dianggap terlalu prematur dan mengabaikan performa dominan Rico Verhoeven sepanjang pertandingan berlangsung.
Suara.com - Dunia tinju internasional diguncang hasil akhir penuh perdebatan saat Oleksandr Usyk mempertahankan gelar juara dunia kelas berat miliknya di Piramida Giza, Mesir, Minggu WIB.
Petinju asal Ukraina tersebut dinyatakan menang technical knockout (TKO) atas legenda kickboxing, Rico Verhoeven, dalam laga yang awalnya terlihat akan menjadi kekalahan perdana sang juara.
Keputusan wasit untuk menghentikan pertandingan di ronde ke-11 memicu gelombang protes karena Verhoeven dinilai masih mampu memberikan perlawanan dan tengah unggul jauh secara poin.
Dominasi Mengejutkan Rico Verhoeven
![WBA memastikan Rico Verhoeven tidak akan diakui sebagai juara dunia meski mengalahkan Oleksandr Usyk karena belum masuk ranking profesional. [Dok. IG ringmagazine]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/14899-oleksandr-usyk-vs-rico-verhoeven.jpg)
Sejak lonceng ronde pertama berbunyi, Rico Verhoeven yang datang dengan status underdog justru mampu mendikte jalannya pertarungan dengan sangat disiplin.
Legenda hidup dunia kickboxing tersebut tampil penuh percaya diri dengan memanfaatkan keunggulan jangkauan serta ketenangan luar biasa di hadapan ribuan penonton.
Selama hampir sebelas ronde berjalan, Verhoeven mampu menerapkan strategi yang membuat gaya bertarung teknis milik Usyk seolah tidak berdaya.
Ia sukses menjaga ritme serangan secara konsisten sekaligus mematahkan setiap upaya Usyk untuk merangsek masuk ke area pertahanannya.
Kecerdasan membaca pertandingan yang biasanya menjadi senjata utama Usyk justru berhasil diredam oleh pergerakan kaki Verhoeven yang sangat efektif.
Titik Balik Krusial di Ronde 11
Memasuki pengujung ronde ke-11, jalannya pertarungan yang semula didominasi Verhoeven mendadak berubah drastis melalui sebuah serangan mendadak.
Oleksandr Usyk berhasil menemukan celah sempit untuk melancarkan kombinasi pukulan beruntun yang mendarat telak di wajah penantangnya.
Hantaman keras tersebut membuat Verhoeven kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh ke atas kanvas untuk pertama kalinya dalam laga tersebut.
Meski sempat tersungkur, petarung asal Belanda itu mampu bangkit berdiri dengan cepat untuk menunjukkan bahwa dirinya masih siap melanjutkan duel.
Namun, terjadi momen unik ketika wasit sempat memberikan waktu tambahan bagi kubu Verhoeven untuk memperbaiki posisi pelindung mulut yang bergeser.
Keputusan Wasit Picu Kontroversi
Sesaat setelah pertarungan dilanjutkan, Usyk langsung menghujani Verhoeven dengan gelombang serangan agresif untuk menuntaskan laga.
Verhoeven yang menyadari posisinya terdesak memilih bermain defensif dengan menutup rapat area kepala dan tubuh menggunakan kedua tangannya.
Secara mengejutkan, wasit tiba-tiba memutuskan menghentikan pertarungan demi alasan keselamatan Verhoeven.
Keputusan tersebut seketika mengubah sorak-sorai penonton menjadi teriakan cemoohan karena penghentian laga dianggap terlalu prematur dan tidak adil.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah melihat catatan statistik dari DAZN News yang memperlihatkan dominasi nyata dari sang penantang.
Statistik dan Rekor Tak Terkalahkan
Hingga detik pertandingan dihentikan, Verhoeven tercatat memimpin jauh dengan skor 98-92 di mata para juri.
Keunggulan poin tersebut memperkuat opini bahwa Verhoeven seharusnya diberikan kesempatan menyelesaikan ronde hingga tuntas.
Meski demikian, kemenangan TKO ini tetap mengukuhkan posisi Oleksandr Usyk sebagai raja kelas berat yang belum tersentuh kekalahan.
Kini, Usyk mengantongi rekor impresif 25 kemenangan tanpa kalah, dengan 16 di antaranya diraih melalui knockout.
Pencapaian di tanah Mesir ini semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu petinju terbaik di era olahraga modern.
Latar Belakang Laga Bersejarah
Pertarungan berlatar Piramida Giza ini merupakan bagian dari upaya global membawa laga tinju elite ke lokasi-lokasi bersejarah dunia.
Oleksandr Usyk saat ini masih memegang sabuk juara dunia versi WBC, WBA, dan IBF yang menjadikannya target utama para penantang di kelas berat.
Di sisi lain, Rico Verhoeven membuktikan bahwa atlet dari disiplin kickboxing juga memiliki kualitas teknis untuk bersaing di level tertinggi tinju profesional.
Perdebatan mengenai keabsahan kemenangan ini diprediksi akan terus bergulir dan berpotensi memunculkan wacana pertandingan ulang di masa mendatang, demikian Antara.