- Pebulu tangkis Muhammad Shohibul Fikri mengincar gelar juara di Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Jakarta, 2-7 Juni.
- Fikri berupaya mengakhiri catatan dua belas kali menjadi runner-up dalam berbagai turnamen internasional sejak menjuarai All England 2022.
- Dukungan suporter di Istora Senayan diharapkan menjadi motivasi Fikri bersama Fajar Alfian untuk memenangkan gelar juara di kandang.
“Tetapi mungkin memang rezekinya belum. Saya pun tidak akan menyerah, akan selalu berusaha terus untuk melewati masa sulit itu,” katanya.
Termotivasi Raih Gelar Perdana di Istora
Alih-alih terpuruk karena banyaknya medali perak yang diraih, Fikri memilih tetap bersyukur atas konsistensinya menembus partai final.
Ia menilai keberhasilan mencapai laga puncak di Singapore Open 2026 pekan lalu tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
“Dan ya yang pasti saya selalu bersyukur dan sangat senang bisa kembali ke final,” tutur Fikri saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta.
Baginya, mampu bersaing di level tertinggi tanpa tersingkir di babak-babak awal menjadi bukti bahwa kualitas permainannya tetap terjaga.
“Tidak kalah di babak-babak awal, babak dua, ya itu juga sudah menjadi kebanggaan untuk saya,” lanjutnya.
Meski demikian, Fikri menegaskan dirinya belum puas.
“Tapi itu tidak membuat saya cepat puas. Saya akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan juara pertama saya,” tegasnya.
Indonesia Open 2026 Jadi Momentum Pembuktian
Polytron Indonesia Open 2026 merupakan turnamen level BWF World Tour Super 1000 yang menawarkan total hadiah jutaan dolar AS.
Ajang bergengsi tersebut akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni 2026.
Sebagai tuan rumah, Indonesia berharap mampu meraih gelar juara di tengah persaingan ketat dengan para pemain elite dunia dari China, Korea Selatan, dan Denmark.
Sektor ganda putra masih menjadi salah satu andalan Merah Putih untuk merebut podium tertinggi, mengingat tradisi prestasi Indonesia yang kuat di nomor tersebut.
Dukungan ribuan suporter di Istora diharapkan menjadi energi tambahan bagi Fikri dan Fajar untuk mematahkan dominasi lawan sekaligus mengakhiri catatan buruk di partai final.