- Ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin lolos ke babak kedua Indonesia Open 2026 usai mengalahkan wakil Jepang, Rabu (3/6).
- Pasangan muda ini tetap tenang meski menjadi tumpuan tuan rumah setelah banyak pemain unggulan Indonesia gugur lebih awal.
- Raymond dan Joaquin ingin membuktikan kualitas ganda putra Indonesia di level BWF Super 1000 dengan tampil maksimal setiap laga.
Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menegaskan bahwa mereka tidak merasa terbebani meski kini menjadi salah satu tumpuan terakhir tuan rumah di ajang Indonesia Open 2026.
Sikap tenang tersebut mereka tunjukkan menyusul gugurnya sejumlah pasangan unggulan Indonesia, termasuk kekalahan mengejutkan yang dialami Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak pertama.
Alih-alih tertekan oleh tingginya ekspektasi publik Istora Senayan, duet racikan pelatih Chafidz Yusuf ini justru menjadikan situasi tersebut sebagai ajang pembuktian kualitas ganda putra Indonesia di level BWF Super 1000.
Main Lepas dan Fokus Tampil Maksimal
Tiket menuju babak kedua berhasil diamankan Raymond/Joaquin setelah mereka menundukkan wakil Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, pada Rabu (3/6/2026).
Menanggapi bergugurannya para pilar senior di Pelatnas, Raymond Indra mengaku tidak ingin terlalu memikirkan status sebagai salah satu wakil Indonesia yang tersisa.
"Yang pasti kalau beban sih... entah kita tersisa dua atau gimana sih, saya enggak terlalu mikirin," ujar Raymond Indra kepada awak media.
Pebulu tangkis muda tersebut memilih fokus pada performanya sendiri ketimbang memikirkan tekanan dari luar lapangan.
"Gimana cara tampil terbaik di sini, terus ya mau dinikmatin tiap laganya sih," tambah Raymond Indra.
Termotivasi Usai Melihat Senior Tersingkir
Sang tandem, Nikolaus Joaquin, mengungkapkan bahwa mereka sempat menyaksikan kekalahan Fajar/Fikri dari layar televisi di hotel sebelum turun bertanding.
Fajar/Fikri harus angkat koper lebih awal setelah kalah dari ganda putra China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21 dan 14-21.
Namun, kondisi tersebut justru memotivasi Raymond/Joaquin untuk membuktikan bahwa ganda putra Indonesia tetap mampu bersaing di level tertinggi.
"Nah, saya sama Raymond ya kita mau buktiin lah kalau ganda putra Indonesia tuh bisa bersaing," tegas Nikolaus Joaquin.
Ia menilai persaingan bulu tangkis dunia saat ini semakin merata sehingga setiap pasangan memiliki peluang yang sama untuk meraih kemenangan.