- Pasangan ganda putri Indonesia, Fadia/Tiwi, lolos ke perempat final Indonesia Open 2026 setelah menumbangkan wakil Hong Kong.
- Pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan pada Kamis (4/6/2026) tersebut dimenangkan Fadia/Tiwi melalui dua gim langsung.
- Dukungan suporter di Istora Senayan memberikan tekanan psikologis bagi lawan dan motivasi tambahan bagi pasangan Indonesia tersebut.
Suara.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, sukses mengunci tiket perempat final Indonesia Open 2026 setelah menumbangkan wakil Hong Kong.
Kemenangan dua gim langsung di Istora Senayan ini membuktikan performa mereka yang terus menanjak meski sempat menghadapi tekanan balik dari lawan pada poin-poin kritis.
Menariknya, Fadia/Tiwi secara terang-terangan menyebut riuhnya dukungan suporter tuan rumah berhasil membuat lawan tertekan dan membantu mereka keluar dari situasi sulit.
Evaluasi di Balik Kemenangan
![Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses menyingkirkan ranking tiga dunia Baek Ha Na/Lee So Hee di Indonesia Open 2026. Fokus poin demi poin dan komunikasi jadi kunci kemenangan. [Dok. Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/03/63937-amallia-cahaya-pratiwisiti-fadia-silva-ramadhanti.jpg)
Bertanding pada Kamis (4/6/2026), Fadia/Tiwi menyudahi perlawanan Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam dengan skor 21-19 dan 21-18.
Pasangan Indonesia sejatinya sempat memimpin perolehan angka dengan margin yang cukup lebar sebelum akhirnya goyah di penghujung gim.
Siti Fadia Silva Ramadhanti mengakui bahwa penurunan fokus menjadi penyebab utama lawan mampu memangkas jarak secara cepat.
"Di awal-awal game pertama kami bisa unggul jauh cuma pas di 18-11 kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Fadia.
Menurutnya, momen tersebut merupakan poin krusial yang wajib dievaluasi agar tidak kembali ceroboh pada pertandingan berikutnya.
"Itu poin penting juga untuk hari ini, untuk evaluasi juga, untuk tidak terlalu terburu-buru dan tidak melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri," tambahnya.
Magis Istora Senayan bagi Fadia/Tiwi
Di luar aspek teknis, Fadia sangat mensyukuri atmosfer luar biasa yang disuguhkan para pecinta bulu tangkis Tanah Air di tribun.
Ia menilai dukungan masif penonton di Istora Senayan bukan sekadar hiburan, melainkan modal psikologis yang nyata bagi atlet Indonesia.
"Bermain di Istora itu jadi motivasi karena main di rumah sendiri ibaratnya," ungkap Fadia dengan penuh semangat.
Efek suara dari suporter diakui mampu meruntuhkan konsentrasi lawan yang berusaha memberikan perlawanan ketat.
"Sebenarnya penonton modal juga buat kami, buat terus semangat dan lawan juga pastinya kena tekanan dengan teriakannya. Jadi membantu sekali," tegasnya.
Pelajaran dari Pertandingan Berturut-turut
Perjalanan Fadia/Tiwi menuju babak delapan besar tidaklah mudah karena mereka terus dipaksa beradaptasi dengan ritme permainan lawan yang dinamis.
Amallia Cahaya Pratiwi turut menyoroti fase ketika mereka sempat terbawa pola permainan yang diinginkan pasangan Hong Kong tersebut.
"Di game pertama sempat terburu-buru lalu mengikuti pola lawan, kurang bisa meredam," beber pebulu tangkis yang akrab disapa Tiwi.
Beruntung, ketenangan mereka kembali pada saat-saat menentukan sehingga poin-poin berharga bisa diamankan.
"Tapi alhamdulillah kami bisa kembali ambil poin lagi dan memenangkan permainan," sambung Tiwi.
Fadia melihat ada pola yang konsisten dari dua laga awal mereka, yakni keunggulan yang hampir terkejar pada momen akhir pertandingan.
"Performa kami hari demi hari semakin membaik tapi kemarin kan kami sempat ketinggalan di game ketiga lalu hari ini sudah unggul hampir terkejar, jadi ya itu dua pelajaran yang diambil dari dua pertandingan ini untuk modal melangkah di perempatfinal besok," pungkas Fadia.
Tantangan Berat Menanti di Perempat Final
Turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2026 menjadi panggung bergengsi bagi para atlet untuk mendulang poin menuju kompetisi dunia.
Selanjutnya, Fadia/Tiwi akan menghadapi ujian sesungguhnya saat ditantang ganda putri tangguh asal Jepang pada Jumat (5/6/2026).
Pasangan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dipastikan menjadi lawan berat yang siap menjegal langkah wakil tuan rumah menuju babak semifinal.