- PB ORADO resmi menjadi anggota KONI Pusat sejak Mei 2026 sebagai cabang olahraga prestasi tingkat nasional.
- ORADO menyosialisasikan domino sebagai olahraga asah otak dan strategi kepada 1.000 siswa SMP Negeri 30 Batam.
- Kegiatan edukasi ini bertujuan mengubah persepsi masyarakat dan membentuk karakter disiplin bagi generasi muda Indonesia.
Suara.com - Organisasi Amatir Domino Indonesia (ORADO) mulai memperkenalkan wajah baru permainan domino sebagai cabang olahraga prestasi yang mengandalkan strategi dan kecerdasan.
Langkah strategis ini dilakukan setelah PB ORADO resmi diterima sebagai anggota baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Mei 2026.
Kota Batam dipilih menjadi salah satu titik awal sosialisasi untuk menjaring minat generasi muda terhadap olahraga yang kini telah diakui secara resmi tersebut.
Misi Edukasi di Balik Meja Domino
SMP Negeri 30 Batam menjadi saksi antusiasme sekitar 1.000 siswa yang memadati lokasi untuk mengikuti edukasi mengenai nilai-nilai sportivitas dalam domino.
Ketua ORADO Provinsi Kepulauan Riau, Rizki Faisal, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengubah persepsi masyarakat agar melihat domino sebagai sarana mengasah konsentrasi.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI tersebut, dukungan dari pihak sekolah sangat penting untuk menciptakan ekosistem olahraga rekreasi yang sehat.
Ia menekankan bahwa domino bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan instrumen untuk melatih kerja sama tim dan kemampuan berpikir strategis bagi pelajar.
ORADO berhasrat agar para siswa di Kepulauan Riau mampu mengenal jati diri bangsa melalui permainan yang kini dikemas secara lebih profesional dan berkarakter.
Apresiasi Atlet Berprestasi
Kehadiran Ketua Bidang Humas Pengurus Besar ORADO Indonesia, Henry Kurnia Adhi atau John LBF, menjadi magnet utama yang menghidupkan suasana di lokasi.
John LBF secara interaktif memperkenalkan identitas ORADO Indonesia kepada ribuan siswa sebagai wadah pengembangan bakat domino yang sportif.
Bagi pelajar yang mampu menjawab tantangan dan pertanyaan seputar strategi domino, John LBF memberikan hadiah uang tunai senilai Rp500.000.
Suasana semakin meriah ketika para guru dan siswa ditantang mempraktikkan langsung permainan domino yang mengedepankan logika.
Pertandingan antarsiswa menyajikan persaingan ketat, di mana tim pemenang berhak membawa pulang apresiasi uang tunai sebesar Rp300.000.