- Ganda putri Indonesia, Ana dan Trias, berhasil melaju ke perempat final Australian Open 2026 di Sydney, Kamis (11/6).
- Mereka mengalahkan pasangan Ukraina melalui permainan dominan guna memperbaiki catatan performa dari pertemuan di turnamen All England sebelumnya.
- Pasangan ini menargetkan gelar juara Australian Open 2026 untuk menebus kekalahan sebagai runner-up pada edisi tahun lalu di kompetisi tersebut.
Suara.com - Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, menjadikan status runner-up mereka pada tahun lalu sebagai pelecut semangat untuk membidik gelar juara di Australian Open 2026.
Pasangan yang akrab disapa Ana dan Trias ini terus menjaga asa naik podium tertinggi usai sukses mengamankan tiket perempat final dengan permainan agresif pada Kamis (11/6/2026).
Kemenangan meyakinkan atas wakil Ukraina, Polina Buhrova dan Yevheniia Kantemyr, menjadi bukti kesiapan mental ganda putri Indonesia tersebut dalam menghadapi ketatnya persaingan di Negeri Kanguru.
Balas Dendam Elegan atas Wakil Ukraina
![Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari lolos ke perempat final Indonesia Open 2026 usai bangkit mengalahkan unggulan Taiwan. Dukungan suporter dan strategi cerdas jadi kunci kemenangan. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/27725-febriana-dwipuji-kusuma-dan-meilysa-trias-puspitasari.jpg)
Bermain dengan kepercayaan diri tinggi di Quaycentre, Sydney, pasangan Indonesia itu menuntaskan perlawanan lawan hanya dalam dua gim langsung dengan skor 21-9 dan 21-12.
Hasil impresif di babak 16 besar ini berbanding terbalik dengan pertemuan pertama mereka melawan pasangan yang sama saat berlaga di All England.
Kala itu, Ana dan Trias harus bekerja keras hingga melewati drama rubber game sebelum menang dengan skor 19-21, 21-15, dan 21-19.
Pengalaman tersebut membuat tim pelatih dan pemain melakukan evaluasi agar tidak kembali kesulitan saat menghadapi lawan yang sama.
"Hari ini yang pasti kami lebih mempersiapkan untuk bermain seperti apa dari strategi dan mempelajari video main lawan dari laga di All England itu," kata Ana dalam keterangan tertulis PBSI.
Konsistensi dalam menjaga fokus sejak awal hingga akhir pertandingan terbukti menjadi kunci keberhasilan mereka meraih kemenangan meyakinkan.
"Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa gangguan apa pun."
Ambisi Besar Rebut Gelar Juara
Penampilan dominan Ana/Trias tidak lepas dari motivasi besar untuk memperbaiki pencapaian musim lalu.
"Tahun ini pengennya bisa upgrade jadi juara.”
Pernyataan tersebut menunjukkan tekad kuat pasangan Indonesia untuk menghapus kekecewaan setelah gagal meraih gelar pada edisi 2025.