- Rehan/Gloria kalah dari pasangan China, Guo/Chen, dalam dua gim langsung pada perempat final Australian Open 2026 di Sydney.
- Pasangan Indonesia gagal melaju ke babak selanjutnya karena kurang tenang dan tidak sabar dalam menghadapi pertahanan lawan.
- Hasil kekalahan ini mengakhiri perjalanan Rehan/Gloria di turnamen BWF Super 500 setelah sempat menunjukkan performa menjanjikan di babak awal.
Suara.com - Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, mengakui kurang mampu menjaga kesabaran saat menghadapi pasangan China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, pada perempat final Australian Open 2026.
Bertanding di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Jumat, Rehan/Gloria yang berstatus unggulan kedelapan harus mengakui keunggulan unggulan kedua tersebut dalam dua gim langsung dengan skor 11-21, 14-21.
Rehan mengatakan hasil tersebut jauh dari harapan tim. Menurutnya, lawan tampil lebih tenang dan sabar dalam membangun permainan sehingga mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
“Kami pastinya kurang puas dengan hasil hari ini, sangat mengecewakan untuk saya, Kak Gloria, dan Ci Vita (Marissa) juga. Mereka bermain lebih sabar daripada kami,” kata Rehan dalam keterangan resmi PBSI seusai pertandingan.
![Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, sukses mengamankan tiket perempat final Australian Open 2026 berkat ketenangan mental luar biasa di poin-poin kritis. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/44784-rehan-naufal-kusharjanto-dan-gloria-emanuelle-widjaja.jpg)
Kekalahan itu sekaligus mengakhiri langkah Rehan/Gloria di turnamen BWF Super 500 tersebut. Padahal, pasangan Indonesia itu sebelumnya menunjukkan performa menjanjikan pada babak-babak awal.
Sementara itu, Gloria menilai ketenangan menjadi faktor penting yang harus diperbaiki untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia merasa pasangan Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketika berhasil menjaga fokus dan bermain lebih sabar.
“Pelajaran yang bisa diambil kami harus bisa lebih tenang lagi, belajar cari celah, lebih bisa berpikir untuk mencari kesempatan satu poin. Berasa sih tadi di saat tenang, kami bisa atasi, bisa dapat poin,” ujar Gloria.
Pada gim pertama, Rehan/Gloria langsung tertinggal cukup jauh sehingga kesulitan mengembangkan permainan. Kondisi tersebut membuat mereka terus berada dalam tekanan dan sulit mengejar perolehan angka lawan.
Gloria juga menyoroti solidnya pertahanan Guo/Chen yang tidak mudah ditembus hanya melalui satu kali serangan. Menurutnya, dibutuhkan kesabaran dan konsistensi untuk terus menekan lawan dalam reli panjang.
“Kalau secara permainan kurang puas, mereka lebih banyak menyerang kami. Di gim pertama kesalahan kami karena langsung tertinggal jauh di awal jadi untuk mengejarnya kejauhan,” kata Gloria.
“Mereka juga kan memang susah untuk dimatikan dalam sekali percobaan, harus berulang-ulang dan di situnya kami kurang sabar,” lanjutnya.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Australian Open 2026 tetap menjadi bagian penting dalam proses Rehan/Gloria membangun performa. Turnamen ini menjadi salah satu ajang untuk mengembalikan ritme permainan setelah Rehan sempat menjalani masa pemulihan akibat cedera.
(Antara)