- Menpora Erick Thohir menyatakan MotoGP 2026 di Mandalika sebagai momentum memperkuat pariwisata olahraga serta memperluas citra positif Indonesia.
- Penyelenggaraan MotoGP 2025 di Mandalika terbukti berhasil menarik 140.324 penonton dan memberikan kontribusi ekonomi nasional hingga Rp4,96 triliun.
- Ajang balap internasional tersebut berperan penting dalam memajukan ekosistem otomotif nasional serta mendukung pemberdayaan ribuan tenaga kerja lokal.
Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi momentum penting untuk memperkuat pariwisata olahraga atau sport tourism Indonesia di kancah internasional.
Menurut Erick, ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga berkualitas, tetapi juga berperan dalam meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat nation branding Indonesia, memperkuat posisi Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” kata Erick Thohir.

Pemerintah, lanjut Erick, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MotoGP Indonesia yang pada tahun ini memasuki edisi kelima sejak pertama kali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan MotoGP Indonesia pada 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional secara profesional dan berkelanjutan.
Berdasarkan data yang dimiliki Kemenpora, MotoGP Indonesia 2025 berhasil menarik 140.324 penonton. Ajang tersebut juga menghasilkan dampak ekonomi nasional yang mencapai Rp4,96 triliun.
Sementara itu, perputaran ekonomi di wilayah NTB sebagai tuan rumah diperkirakan mencapai Rp2 triliun hingga Rp4 triliun. Dampak ekonomi tersebut turut melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM serta sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.
Selain memberikan manfaat ekonomi, Erick menilai MotoGP turut mendorong perkembangan ekosistem olahraga otomotif nasional. Kehadiran ajang tersebut menjadi inspirasi bagi sekolah balap, klub, hingga komunitas motorsport di Indonesia.
“Apalagi sudah ada pembalap lokal yang berprestasi di tingkat dunia seperti Mario Aji dan Veda Ega Pratama,” katanya.
Erick berharap MotoGP Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang mampu memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama dengan semakin meningkatnya prestasi pembalap Indonesia di level internasional.
"Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, menciptakan talenta juga sudah terbukti. Tinggal bagaimana kita semua bisa terus meningkatkannya agar acara seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” katanya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan MotoGP untuk kelima kalinya di Mandalika harus dimanfaatkan secara maksimal guna mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, hingga olahraga prestasi.
Menurut Erick, pengembangan sport tourism dan peningkatan prestasi olahraga kini juga telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kemenpora melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, lanjutnya, akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional di Indonesia, termasuk MotoGP, sekaligus membantu mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama proses pelaksanaannya.
(Antara)