- PERTACAMI menggelar kejuaraan nasional MMA pada 19–20 Juni 2026 di JSI Resort, Bogor untuk menjaring bibit atlet baru.
- Kompetisi ini diikuti 128 atlet dari 51 klub untuk memperkuat sistem pembinaan jangka panjang menuju kancah internasional.
- Ajang ini bertujuan mencetak generasi petarung berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di kompetisi Asia dan dunia.
Suara.com - Indonesia terus menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu kekuatan baru Mixed Martial Arts (MMA) di Asia.
Untuk menjaga momentum tersebut sekaligus mempersiapkan generasi atlet berikutnya, Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PERTACAMI) menggelar PB PERTACAMI National MMA Championships 2026 yang berlangsung pada 19–20 Juni 2026 di JSI Resort Megamendung, Bogor.
Kejuaraan nasional ini diikuti atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah dan menjadi bagian dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan PERTACAMI untuk menemukan, mengembangkan, serta mempersiapkan atlet menuju berbagai ajang internasional.
Sebanyak 128 atlet dari 51 klub yang berasal dari 12 provinsi tercatat ambil bagian pada kejuaraan tahun ini dari total 167 pendaftar.
Para peserta akan bertanding dalam empat kategori, yakni Senior, U-18, U-16, dan U-14 dengan total 21 nomor pertandingan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 atlet berasal dari kelompok junior, sementara 70 atlet lainnya berasal dari kategori senior.
Kejurnas Jadi Fondasi Regenerasi Atlet MMA Indonesia
Ketua Umum PERTACAMI sekaligus Presiden GAMMA (Global Association of Mixed Martial Arts), Tommy Paulus Hermawan, menegaskan bahwa Kejuaraan Nasional bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kekuatan MMA Indonesia di level internasional.
"Kejurnas bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini. Kejurnas adalah tentang siapa yang akan membawa Merah Putih ke podium dunia di masa depan," ujar Tommy dalam sambutannya.
"Kami tidak sedang mencari juara untuk dua hari ke depan. Kami sedang mencari atlet-atlet yang lima tahun dari sekarang akan membawa Indonesia berdiri di podium Asia dan dunia melalui jalur prestasi."
Menurut Tommy, perkembangan MMA Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif.
Atlet-atlet binaan PERTACAMI berhasil meraih gelar juara pada GAMMA World Championships 2024 dan 2025, merebut satu medali emas dan enam medali perak pada SEA Games Thailand 2025, serta mengoleksi satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu pada Asian Youth Games Bahrain 2025.
Prestasi tersebut berlanjut pada 2026 melalui raihan medali emas di Kejuaraan Asia yang digelar di China dan Uzbekistan.
Hasil itu sekaligus memastikan keikutsertaan Indonesia pada Asian Games Aichi, Jepang, serta Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) Riyadh 2026.
"Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama MMA di Asia. Namun prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang berkualitas, dan regenerasi atlet yang konsisten. Karena itu, Kejurnas menjadi sangat penting bagi kami," lanjut Tommy.
Bangun Fondasi Jangka Panjang
Tommy menjelaskan bahwa pengembangan MMA Indonesia tidak hanya berorientasi pada perolehan medali dalam jangka pendek.
PERTACAMI juga tengah membangun fondasi pembinaan yang sejalan dengan perkembangan MMA global melalui GAMMA sebagai federasi internasional yang terus memperluas pengakuan MMA di berbagai ajang multi-event dunia.
"Kami tidak hanya mempersiapkan atlet untuk pertandingan berikutnya. Kami sedang membangun generasi yang siap bersaing di level tertinggi olahraga dunia. Ketika peluang yang lebih besar terbuka bagi MMA di masa depan, termasuk dalam perjalanan menuju ekosistem Olimpiade, Indonesia harus siap menjadi bagian dari negara-negara terdepan," ujar Tommy.
Selain menjadi ajang kompetisi nasional, penyelenggaraan Kejurnas tahun ini juga didahului oleh Seminar Referee & Judge, Seminar Cutman, dan Seminar Safeguarding sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga MMA Indonesia.
Sebagai induk organisasi MMA Indonesia, PERTACAMI terus berkomitmen membangun olahraga ini secara profesional, terstruktur, dan berkelanjutan melalui penguatan kompetisi nasional, peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri, serta penerapan standar pertandingan yang mengacu pada regulasi internasional GAMMA.
PERTACAMI juga menegaskan bahwa MMA amatir merupakan olahraga prestasi yang menjunjung tinggi disiplin, sportivitas, teknik, dan keselamatan atlet.
Di balik setiap pertandingan terdapat sistem regulasi, perangkat pertandingan tersertifikasi, serta standar keselamatan yang diterapkan secara ketat.
Melalui PB PERTACAMI National MMA Championships 2026, organisasi berharap dapat memperluas basis pembinaan nasional sekaligus menemukan generasi baru atlet yang kelak membawa Merah Putih berkibar di panggung Asia dan dunia.
"Tahun ini kita menyaksikan 128 atlet dari berbagai daerah bertanding di arena. Di antara ratusan atlet tersebut, mungkin ada calon juara dunia berikutnya. Mungkin juga ada atlet yang suatu hari akan menjadi bagian dari perjalanan MMA menuju panggung olahraga terbesar di dunia. Untuk kami, itulah makna sebenarnya dari Kejurnas," tutup Tommy.