- Audisi Umum PB Djarum 2026 dimulai di GOR Angkasa, Pekanbaru, untuk menjaring 306 bibit atlet muda berbakat nasional.
- Seleksi mencakup kategori usia U-11 dan KU-12 melalui sistem gugur untuk mendapatkan tiket karantina di Kudus.
- Sebelas legenda bulu tangkis Indonesia hadir sebagai tim pencari bakat untuk menyeleksi peserta melalui seleksi ketat.
Suara.com - Langkah nyata dalam menjaring bibit unggul bulu tangkis nasional resmi dimulai melalui Audisi Umum PB Djarum 2026 yang dipusatkan di Kota Pekanbaru, Riau.
Sebanyak 306 atlet muda berbakat dari berbagai pelosok Sumatra berkumpul di GOR Angkasa untuk memperebutkan kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis, salah satu program pembinaan bulu tangkis paling bergengsi di Indonesia.
Pekanbaru dipilih sebagai kota pembuka dari rangkaian tiga kota penyelenggara tahun ini guna memberikan peluang lebih luas bagi talenta di luar Pulau Jawa untuk unjuk kemampuan.
Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa potensi pebulu tangkis masa depan tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.
"Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberi kesempatan lebih luas bagi talenta-talenta muda agar bisa menunjukkan kualitas mereka," ujar Yoppy Rosimin.
Standar Seleksi dan Super Tiket
![Audisi Umum PB Djarum 2026 resmi dimulai di Pekanbaru. Sebanyak 306 talenta muda Sumatra berebut Super Tiket dan kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis. [PB Djarum]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/08/99993-audisi-umum-pb-djarum-2026.jpg)
Proses seleksi yang berlangsung selama lima hari ini difokuskan pada tiga kelompok usia, yakni U-11, KU-11, dan KU-12.
Para peserta diwajibkan melewati tahapan screening dengan sistem gugur sebelum akhirnya memasuki fase turnamen yang lebih kompetitif.
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa juara dari setiap kelompok usia di Pekanbaru akan otomatis mendapatkan tiket menuju tahap karantina di Kudus.
Namun, panitia juga tetap menyiapkan jalur Super Tiket bagi peserta yang memiliki kemampuan istimewa meski terhenti di tengah turnamen.
"Tim pencari bakat juga bisa memberikan Super Tiket kepada peserta pilihan yang gagal di fase turnamen tetapi memiliki bakat besar, daya juang tinggi, hingga teknis permainan luar biasa," tutur Sigit Budiarto.
Mimpi Menjadi Penerus Kevin Sanjaya
Semangat membara terlihat pada Muhammad Rasyid Alfaridzie, salah satu peserta kategori KU-11 Putra asal Perawang, Siak.
Meski baru pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum, Rasyid sukses mengamankan kemenangan di laga perdana dan berambisi mengikuti jejak idolanya, Kevin Sanjaya.
"Semoga di pertandingan selanjutnya saya bermain lebih baik karena target saya adalah juara supaya diterima menjadi atlet PB Djarum," ucap Muhammad Rasyid Alfaridzie.
Kehadiran audisi di Sumatra juga disambut hangat oleh para pelatih klub daerah yang berharap anak didiknya bisa menembus level dunia.
"Penyelenggaraan di Pekanbaru juga sangat membantu bakat-bakat di Sumatra," kata pelatih PB Permata, Diki Irwan.
Inspirasi dari 11 Legenda Indonesia
Atmosfer di GOR Angkasa semakin terasa spesial dengan kehadiran 11 legenda bulu tangkis Indonesia yang bertindak sebagai tim pencari bakat.
Nama-nama besar seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Hendrawan, hingga Richard Mainaky turun langsung memberikan penilaian kepada para peserta.
Di sela-sela audisi, pasangan legendaris Owi-Butet juga menggelar sesi meet and greet yang disambut antusias ratusan penggemar di Pekanbaru.
Tontowi Ahmad berpesan agar para atlet muda tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga semangat juang.
"Yang pasti semangat terus saat bertanding, jangan mau kalah. Menang atau kalah yang penting semangat," ungkap Tontowi Ahmad.
Senada dengan partnernya, Liliyana Natsir melihat besarnya antusiasme masyarakat Pekanbaru terhadap bulu tangkis sebagai modal positif bagi masa depan Indonesia.
"Semoga ada calon-calon penerus yang bakal masuk ke PB Djarum, mewakili Indonesia di kancah internasional," tutur Liliyana Natsir.
Setelah seri Pekanbaru rampung pada Minggu (12/7), rangkaian audisi akan berlanjut ke Makassar dan ditutup di markas PB Djarum, Kudus.
Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi kota dan karantina nantinya akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis pada 10 Oktober 2026.
Program ini diharapkan menjadi gerbang lahirnya juara-juara dunia baru yang kelak mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.