Suara.com - Gebrakan PT PLN (Persero) yang mendaftarkan PLN Electric Run 2026 untuk meraih World Athletics Label mendapat apresiasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).
Upaya memenuhi standar kompetisi lari tingkat internasional tersebut diproyeksikan memberikan pengalaman berbeda bagi 8.000 pelari yang akan memadati kawasan ICE BSD, Tangerang.
Ajang ini juga memadukan kompetisi lari dengan kampanye transisi energi hijau.
PB PASI Apresiasi Upaya PLN
![PB PASI mengapresiasi PLN Electric Run 2026 yang mengajukan World Athletics Label. Ajang ini memadukan olahraga lari dan kampanye transisi energi hijau. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/29/51831-pb-pasi.jpg)
PB PASI menyambut positif komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan perlombaan lari di Indonesia.
Wakil Ketua Umum PB PASI, Tigor Tanjung, menilai langkah tersebut menjadi bukti keseriusan penyelenggara dalam mendorong perkembangan olahraga atletik di Tanah Air.
"Yang dilakukan PLN sangat luar biasa karena tidak hanya mengajak masyarakat berlari, tetapi juga mengajak mereka menjadi bagian dari masa depan yang lebih hijau."
"Kami juga mengapresiasi komitmen PLN yang terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan hingga mengajukan World Athletics Label."
"Ini menunjukkan bahwa PLN Electric Run berkembang menjadi event yang memenuhi standar internasional," ujar Tigor.
Dorong Kolaborasi untuk Transisi Energi
Mengusung tema "Powering Our Green Future", PLN Electric Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026.
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kegiatan olahraga tersebut menjadi wadah kolaborasi masyarakat untuk mendukung perjalanan transisi energi nasional.
"Transisi energi tidak dapat dilakukan oleh PLN sendirian."
"Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat."
"Karena itu, PLN Electric Run kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam perjalanan menuju energi bersih melalui langkah sederhana, yaitu berlari bersama," ujar Yusuf Didi.
Target Kurangi Emisi Karbon
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan gelaran olahraga tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
"Berlari membuat kita lebih sehat sekaligus berkontribusi mengurangi emisi."
"Inilah wujud nyata bagaimana sustainability dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama," ucapnya.
Berdasarkan kalkulasi teknis penyelenggara, partisipasi 8.000 pelari tahun ini ditargetkan mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 24.780 kilogram CO.
"Dengan target 8.000 peserta pada tahun ini, kami memperkirakan kontribusi pengurangan emisi akan mencapai sekitar 24.780 kilogram CO."
"Namun, dampak PLN Electric Run tidak berhenti pada aspek lingkungannya saja,” ujar Fahrur Rozy.
Hadirkan International Runners
Untuk meningkatkan level kompetisi, panitia juga membuka kategori International Runners untuk nomor 5K, 10K, dan Half Marathon.
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas sekaligus event organizer, Adi Prinantyo, mengatakan kehadiran kategori tersebut dan pengajuan World Athletics Label akan meningkatkan standar kompetisi tahun ini.
"Berlari bukan hanya membuat masyarakat lebih sehat, tetapi juga menjadi simbol kontribusi terhadap pengurangan emisi dan implementasi transisi energi."
"Dengan dibukanya kategori International Runners serta pengajuan World Athletics Label, penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan standar kompetisi yang lebih tinggi," tutur Adi.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin berpartisipasi, Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, memastikan proses registrasi dapat dilakukan secara digital melalui berbagai skema.
"Pada PLN Electric Run 2026 kami menghadirkan pengalaman registrasi yang semakin mudah melalui berbagai skema, mulai dari Early Bird, Group Registration, General Sale hingga program Spesial Tiket melalui PLN Mobile," ujar Chipta.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan, penyelenggara juga menggandeng Rekosistem untuk mengelola sampah secara sirkular sejak masa peluncuran hingga acara utama berakhir.