-
Rheza Danica Ahrens raih podium tiga setelah start dari posisi 30 di Race 1.
-
Astra Honda Racing Team kokoh memuncaki klasemen sementara tim kelas AP250 dengan 214 poin.
-
Seri pamungkas ARRC 2026 akan digelar di Buriram, Thailand, pada 4-6 Desember mendatang.
Suara.com - Sepang International Circuit kembali menjadi saksi bisu betapa kejam sekaligus menakjubkannya dunia balap motor.
Pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 akhir pekan lalu (5-6/9), sorotan utama justru bukan jatuh pada pembalap yang mulus memimpin di barisan depan sejak awal, melainkan pada drama epik penuh adrenalin dari grid paling belakang.
Adalah Rheza Danica Ahrens, ujung tombak Astra Honda Racing Team (AHRT) di kelas Asia Production (AP) 250, yang membuktikan bahwa balapan belum usai sampai bendera kotak-kotak dikibarkan.
Di Race 1, mimpi buruk menghampiri ketika ia diganjar penalti dan terpaksa memulai balapan dari pit lane di urutan ke-30. Secara matematis dan logika balap normal, peluang untuk naik podium nyaris tertutup rapat.
Namun, di atas lintasan, hitung-hitungan di atas kertas bisa langsung hangus seketika.
Memacu CBR250RR kesayangannya, Rheza tampil bak kesetanan. Ia mengubah tekanan dari penalti tersebut menjadi bahan bakar pendorong yang membuat para rivalnya di lintasan seolah tak berkutik menghadapi agresivitasnya.
"FAKTA GILA SEPANG: Hanya dalam tiga putaran terakhir di Race 1, Rheza melakukan manuver mustahil dengan melibas 26 pembalap elit Asia untuk mengunci podium ketiga. Sebuah aksi masterpiece pembuktian mental baja yang sangat jarang terjadi di level balap internasional!"
Keajaiban itu nyaris terulang kembali di Race 2 pada hari Minggu. Lagi-lagi harus memulai balapan dari barisan belakang yakni posisi ke-29, Rheza seolah memiliki "cheat code" tersendiri di Sepang.

Bersama rekan setimnya, Irfan Ardiansyah, ia kembali menusuk ke depan, bertahan di grup terdepan, dan memburu peluang podium dengan ritme balap tingkat tinggi.
Sayangnya, nasib baik tak melulu datang dua kali berturut-turut. Ambisi luar biasa untuk menyodok ke depan jelang tikungan akhir berujung pada insiden high side.
Insiden fatal tersebut memaksanya mengakhiri balapan lebih cepat dan gagal membawa pulang trofi. Meski demikian, daya juang dan ketidakmauan untuk menyerah sejak lap pertama sukses membungkam para peragu.
Jatuh bangun di atas aspal Sepang nyatanya sama sekali tidak membuat mental pebalap andalan Indonesia ini runtuh jelang seri pamungkas.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, memang tidak mudah start dari baris paling belakang namun saya tetap kuatkan tekad kembali bertarung di grup depan. Saat berada di posisi kedua, saya terjatuh. Tim sudah bekerja sangat baik, saya akan fokus untuk memperbaiki dan mencoba kembali di seri terakhir nanti,” ujar Rheza.
Keberingasan Rheza melengkapi torehan apik pebalap AHRT lainnya yang berjuang mengamankan poin krusial. Irfan Ardiansyah tampil cerdik dan konsisten dengan mengamankan posisi kelima di Race 1 serta finis keempat di Race 2.
Sementara itu, M. Badly Ayatullah juga menunjukkan tren progres positif dengan menyelesaikan balapan di urutan ke-11 dan ke-6.