- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melintasi wilayah DKI Jakarta sejak Minggu, 6 September 2026.
- PAM JAYA menjamin kualitas air minum tetap aman sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
- Warga diimbau membersihkan toren dan keran air secara rutin untuk mencegah pencemaran debu vulkanik.
Suara.com - Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terpantau mulai melintasi wilayah DKI Jakarta sejak Minggu (6/9/2026) kemarin.
Fenomena alam ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat mengenai potensi penurunan kualitas lingkungan, terutama pada sektor air bersih.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, PAM JAYA memastikan bahwa kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan tetap terjaga dan memenuhi standar kesehatan.
Seluruh air yang didistribusikan telah dipastikan memenuhi standar kualitas air minum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
"Kami memahami kondisi saat ini dapat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, pelanggan tidak perlu khawatir terhadap kualitas air PAM JAYA," ujar Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin dalam keterangan resmi perusahaan, Senin (7/9/2026).
PAM JAYA melakukan pengawasan secara berkala dan menyeluruh mulai dari sumber air baku hingga ke jaringan perpipaan di rumah warga.
Proses pengolahan air minum melalui tahapan pengawasan ketat untuk menjamin air yang diproduksi tetap bersih sebelum sampai ke tangan pelanggan.
Sistem distribusi menggunakan pipa tertutup juga menjadi keunggulan karena meminimalisasi potensi pencemaran air dari faktor lingkungan seperti debu atau abu vulkanik.
"Kami terus melakukan pengawasan mulai dari sumber air baku, proses pengolahan hingga pendistribusiannya kepada pelanggan untuk memastikan kualitas dan kontinuitas layanan tetap terjaga. Kami juga mengimbau pelanggan untuk tetap menggunakan air PAM JAYA secara bijak dan sesuai kebutuhan sehari-hari," lanjut Arief.
Direksi PAM JAYA pun telah meninjau langsung kondisi sumber air baku di Jatiluhur untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan lancar.
Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur pendukung tetap dalam kondisi prima di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Arief menegaskan, menjaga kualitas air merupakan tanggung jawab utama perusahaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Memastikan air sampai kepada pelanggan dengan kualitas yang baik bukan hanya soal memenuhi standar di instalasi pengolahan, tetapi juga bagaimana kualitas tersebut tetap terjaga selama proses distribusi hingga sampai ke rumah pelanggan. Karena itu, seluruh rangkaian proses ini terus kami awasi," tegas Arief.
Selain jaminan dari perusahaan, warga juga diminta proaktif menjaga kebersihan sarana air di rumah, seperti wadah penampungan atau toren.
Pembersihan toren dan keran air secara rutin sangat penting agar debu vulkanik yang menempel di area terbuka tidak mencemari air yang akan digunakan.
Hingga saat ini, PAM JAYA terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pengawasan intensif demi memastikan layanan air tetap memenuhi standar bagi warga Jakarta.