HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

Galih Prasetyo

Senin, 07 September 2026 | 21:54 WIB
HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya
Ilustrasi bencana alam, banjir, dan longsor akibat deforestasi. (Gemini AI/Nano Banana)
baca 10 detik
  • Fasilitas riset HAARP di Alaska dituduh memicu bencana alam seperti gempa bumi dan erupsi gunung.
  • Para ahli menegaskan klaim tersebut salah karena HAARP hanya meneliti ionosfer, bukan kerak Bumi.
  • Perbedaan skala energi membuktikan fasilitas radio tersebut tidak mampu menghasilkan gempa tektonik besar secara alami.

Suara.com - Klaim bahwa High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) dapat memicu bencana alam dari tsunami, gempa bumi hingga gunung meletus kembali beredar di media sosial.

Pernyataan itu salah satunya datang dari Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan mengenai HAARP di tengah fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia menuai sorotan publik.

Program penelitian yang berpusat di Alaska, Amerika Serikat, itu selama bertahun-tahun dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi, mulai dari pengendalian cuaca hingga rekayasa bencana alam.

Namun, bukti ilmiah yang tersedia tidak mendukung klaim bahwa HAARP mampu menciptakan atau memicu gempa bumi.

HAARP merupakan fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari ionosfer, bagian atmosfer atas yang berada jauh di atas permukaan Bumi.

Fasilitas tersebut kini dioperasikan oleh University of Alaska Fairbanks (UAF), setelah pengelolaannya dialihkan dari Angkatan Udara Amerika Serikat pada 2015.

Fasilitas tersebut menggunakan pemancar radio frekuensi tinggi atau HF untuk memberikan energi ke wilayah terbatas ionosfer.

Para peneliti kemudian mengamati respons plasma menggunakan berbagai instrumen.

Dengan kata lain, HAARP memang dapat mengubah kondisi plasma ionosfer secara sementara.

baca juga

Tetapi kemampuan tersebut berbeda jauh dari kemampuan memengaruhi kerak Bumi atau mengendalikan sistem cuaca.

Mengapa HAARP Dikaitkan dengan Gempa?

Teori yang menghubungkan HAARP dengan gempa bumi biasanya berangkat dari fakta bahwa fasilitas tersebut menggunakan pemancar berdaya tinggi.

Keberadaan ratusan antena dan kemampuan memancarkan gelombang radio ke atmosfer kemudian sering digunakan sebagai dasar dugaan bahwa energi HAARP dapat diarahkan ke bawah permukaan Bumi dan memicu pergeseran patahan.

Dugaan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

HAARP dirancang untuk mengirimkan gelombang radio ke ionosfer, bukan untuk mentransmisikan energi ke kerak Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

News | Senin, 07 September 2026 | 21:15 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik, Petugas Semprot Kawasan TMII

Antisipasi Abu Vulkanik, Petugas Semprot Kawasan TMII

Foto | Senin, 07 September 2026 | 20:31 WIB

Anak Krakatau dan 5 Gunung Api Erupsi, Siti Nurhaliza Kirim Doa: Selamatkan Saudara Kami

Anak Krakatau dan 5 Gunung Api Erupsi, Siti Nurhaliza Kirim Doa: Selamatkan Saudara Kami

Entertainment | Senin, 07 September 2026 | 20:21 WIB

Anak Buah Prabowo Curigai HAARP di Balik Erupsi 6 Gunung, Pendiri Kaskus Kasih Respon Menohok

Anak Buah Prabowo Curigai HAARP di Balik Erupsi 6 Gunung, Pendiri Kaskus Kasih Respon Menohok

Entertainment | Senin, 07 September 2026 | 19:49 WIB

Hingga 7 September, Penerbangan di Bandara Soetta Masih Dihentikan

Hingga 7 September, Penerbangan di Bandara Soetta Masih Dihentikan

Video | Senin, 07 September 2026 | 18:49 WIB

Terkini

4 Essence Anti Aging untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

4 Essence Anti Aging untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Essence Toner Skintific untuk Noda Hitam yang Mana? Simak Review Pembelinya

Essence Toner Skintific untuk Noda Hitam yang Mana? Simak Review Pembelinya

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Pembalap Moto2 hingga MotoGP Ketagihan Soto Ayam

Pembalap Moto2 hingga MotoGP Ketagihan Soto Ayam

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Peringatan Dini BMKG: Sumut hingga Aceh Siaga Banjir dan Longsor

Peringatan Dini BMKG: Sumut hingga Aceh Siaga Banjir dan Longsor

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Naruto Shadow Rising Diumumkan, Masashi Kishimoto Garap Manga Naruto Baru

Naruto Shadow Rising Diumumkan, Masashi Kishimoto Garap Manga Naruto Baru

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Moisturizer atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar di Pagi Hari

Moisturizer atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar di Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen

Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen

Bekaci | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Ketika HRD Dibayar Mahal untuk Menekan Biaya Tenaga Kerja

Ketika HRD Dibayar Mahal untuk Menekan Biaya Tenaga Kerja

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:45 WIB

199 Perwira Polri Dimutasi, Kakorlantas hingga 3 Kapolda Berganti Jabatan

199 Perwira Polri Dimutasi, Kakorlantas hingga 3 Kapolda Berganti Jabatan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Isu PHK Massal Netflix, 800 Karyawan Mungkin Terdampak

Isu PHK Massal Netflix, 800 Karyawan Mungkin Terdampak

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:36 WIB

×