- Kontingen DKI Jakarta meraih juara umum Kejurnas Catur ke-51 di Serang dengan total tujuh belas medali.
- DKI Jakarta mengumpulkan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu pada kejuaraan tersebut.
- Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini membuktikan bahwa program pembinaan atlet catur berjalan dengan sangat baik.
Kenneth menilai kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta dalam menyelenggarakan kejuaraan catur berskala nasional.
"Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi," kata Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.
Kenneth juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan kontingen Jakarta hingga mampu mempertahankan gelar. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berprestasi.
"Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya," pungkasnya.
Salah satu penyumbang emas untuk DKI Jakarta, WCM Hillary Rooca Theng, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyebut latihan intensif bersama pelatih Kristianus Liem menjadi bagian penting dalam persiapannya menghadapi Kejurnas Catur 2026.
"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," tutur Hillary.
Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, turut menyoroti ketatnya persaingan pada kejuaraan tahun ini. Menurutnya, lokasi penyelenggaraan di Pulau Jawa membuat jumlah peserta yang ambil bagian semakin banyak.
"Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.
Berdasarkan klasemen akhir, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Tuan rumah Banten berada di peringkat kedua dengan koleksi tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi ketiga setelah meraih tiga emas dan satu perunggu.
Enam medali emas Jakarta disumbangkan IM Satria Duta Cahaya pada kategori Open, FM Syarif Mahmud di kategori Veteran, NM Claudio Lasama di kategori U-19 Putra, Steven Tan di kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng di kategori U-11 Putri, serta Evelyn Tria Lienora di kategori U-9 Putri.
Empat medali perak diraih GM Novendra Priasmoro pada kategori Open, WCM Theodora Paulina Walukow di kategori Senior Putri, Dominicus Winston Lin di kategori U-15 Putra, dan Haidar Manaf Abrisam di kategori U-7 Putra.
Adapun tujuh medali perunggu dipersembahkan IM Gilbert Elroy Tarigan di kategori Open, WGM Laysa Latifah di kategori Senior Putri, Clementia Adeline di kategori U-19 Putri, PM Uriel Noah Oloan Sidabutar di kategori U-17 Putra, Safin Aldebaran Amir di kategori U-13 Putra, Kyle Darrel Gunawan di kategori U-11 Putra, serta Kaiden Kamsari di kategori U-9 Putra.
Dalam Kejurnas Catur ke-51 ini, Percasi DKI Jakarta mengirimkan 47 atlet untuk berlaga di berbagai kategori, mulai dari kelompok usia U-7 hingga veteran. Mereka harus bersaing dengan hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung ketat tersebut.