Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI

M Nurhadi

Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:15 WIB
Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI
Arsip-Kapal tanker Pertamina Gas 1 (PG1) membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton LPG dari Freeport, Texas, Amerika Serikat. [DOK. PT Pertamina Patra Niaga]
baca 10 detik
  • Anggota DPR Rivqy Abdul Halim mendesak pemerintah mengkaji rencana pasokan 30 juta barel minyak dari UEA di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan di Jakarta, Rabu (28/10/2026), bahwa rencana pasokan minyak mentah tersebut masih berada dalam tahap penjajakan awal.
  • Kajian komprehensif diperlukan untuk melindungi kedaulatan energi nasional serta menjaga stabilitas keuangan negara di tengah gejolak pasar global.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mendesak pemerintah untuk melakukan kajian komprehensif dan mendalam terkait rencana pasokan 30 juta barel minyak mentah (crude oil) dari Uni Emirat Arab (UEA). DPR mengingatkan agar skema kerja sama internasional ini dihitung secara presisi dari sisi teknis maupun fiskal guna memastikan kedaulatan energi nasional tanpa membebani keuangan negara.

Dorongan tersebut mengemuka merespons pernyataan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengenai potensi masuknya pasokan minyak mentah skala besar dari UEA. Kendati menyambut positif peluang kerja sama tersebut, DPR menekankan perlunya penerapan prinsip kehati-hatian.

"Rencana tersebut patut kita sambut secara positif. Kendati demikian pemerintah, khususnya SKK Migas dan kementerian terkait, harus tetap cermat dan berhati-hati," tegas Rivqy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pernyataan DPR ini sekaligus merespons dinamika informasi di publik. Sebelumnya, Kepala SKK Migas sempat menyatakan pada Selasa (27/10/2026) bahwa pihak UEA akan mengirimkan 30 juta barel minyak mentah secara cuma-cuma. Namun, kabar tersebut diluruskan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menegaskan bahwa kesepakatan tersebut masih berada pada tahap awal penjajakan.

"Hal itu masih sebatas potensi. Semuanya masih dalam tahap penjajakan awal," terang Bahlil di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Rivqy menekankan pentingnya kalkulasi ulang atas seluruh aspek operasional sebelum pemerintah mengambil keputusan final. Beberapa variabel teknis utama yang wajib dipastikan meliputi tingkat kesesuaian kualitas minyak mentah dari UEA dengan spesifikasi kilang pengolahan di dalam negeri, kapasitas penyerapan kilang domestik, hingga efisiensi jalur distribusi.

Dari kacamata anggaran, pemerintah diimbau untuk menghitung ulang kebutuhan impor minyak nasional secara riil, komponen biaya pengadaan, beban subsidi serta kompensasi energi, hingga ketahanan kas negara saat ini.

"Pemerintah perlu menghitung ulang total kebutuhan impor minyak nasional, biaya pengadaan energi, beban subsidi serta kompensasi energi, hingga kondisi riil keuangan negara saat ini," tambah Rivqy.

Langkah antisipatif ini dinilai vital mengingat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) domestik terus meningkat pesat, sementara produksi minyak mentah dalam negeri (lifting) terus menghadapi tekanan penurunan alami (natural decline) pada sumur-sumur tua.

baca juga

"Intinya, Indonesia selalu terbuka terhadap bantuan dan kerja sama dari negara sahabat. Namun, kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama. Pastikan tidak ada konsekuensi yang merugikan masyarakat maupun negara," ujarnya.

Kewaspadaan pemerintah Indonesia kian krusial mengingat dinamika pasar energi global tengah bergejolak. Laporan terbaru dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (US Energy Information Administration/EIA) mencatat cadangan minyak mentah komersial AS menyusut sebanyak 1,9 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober. Penurunan ini membawa total stok AS berada di level 410,6 juta barel, atau sekitar 4 persen di bawah rata-rata lima tahunan.

Menipisnya cadangan minyak di AS langsung memicu lonjakan harga minyak di pasar berjangka internasional. Harga minyak mentah acuan Brent menguat ke posisi US$115,61 per barel, atau melonjak sekitar US$7 per barel dibandingkan periode yang sama pekan sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melesat ke level US$102,41 per barel.

Meskipun stok bensin AS dilaporkan naik 3,9 juta barel, produksi bahan bakar distilat justru merosot dengan cadangan tersisa 10 persen di bawah rata-rata lima tahunan. Di tengah kenaikan harga komoditas energi global ini, kepastian skema pengadaan minyak dari UEA dipandang sebagai pertaruhan penting bagi stabilitas pasokan dan beban APBN Indonesia ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Bahlil Klarifikasi Impor Minyak dari UEA Masih Belum Pasti

Bahlil Klarifikasi Impor Minyak dari UEA Masih Belum Pasti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI

Stok Minyak AS Menipis dan Harga Brent Meroket, Rencana Pasokan UEA Jadi Pertaruhan RI

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z

Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

×