Sukabumi.suara.com – PT. Kereta Api Indonesia (KAI), mengonfirmasi akan melakukan peremajaan fasilitas untuk kereta jarak jauh kelas ekonomi. Keputusan itu dilakukan dengan tujuan peremajaan dan meningkatkan kenyamanan pelanggan selama dalam perjalanan.
Joni Martinus, selaku VP Public Relations KAI mengonfirmasi, jika pihaknya akan melakukan peremajaan tersebut dalam waktu dekat.
“Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, KAI selalu berupaya untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dalam berbagai aspek. Kali ini, KAI akan membeli kereta-kereta baru kelas ekonomi untuk menggantikan sarana yang sudah lama beroperasi,” ujar Joni, mengutip Suara.com.
Sementara itu jika ingin dilihat dari sisi lain, sebenarnya keputusan KAI mengambil langkah ini bisa dibilang sebagai respons, mengikuti huru-hara antar penumpang dan karyawan KAI yang terjadi beberapa waktu lalu.
Topik kufur nikmat penumpang vs karyawan KAI
Awal mulanya, diketahui ada seorang penumpang KAI dengan akun @Qruunn, yang menyampaikan masukan melalui media sosial Twitter, mengenai sarana di bangku kelas ekonomi.
“Kenapa @KAI21 masih mempertahankan seat berhadap2an seperti ini? Padahal seat kek gini bikin sakit badan, apalagi perjalanan di atas 5 jam” tulisnya.
Saran penumpang tersebut rupanya diamini oleh netizen lainnya, banyak yang mengeluhkan sarana serupa misalnya kursi yang terlalu tegak dan kurang nyaman jika melakukan perjalanan jarak jauh. Tak heran, masukan tersebut menjadi viral.
Sementara itu di sisi lain, rupanya ada sebuah akun dengan nama @asmaraism yang menanggapi masukan tersebut dengan pendapat pribadinya.
Ternyata diketahui, kalau pemilik akun tersebut merupakan karyawan PT. KAI, namun menuliskan kalimat yang dianggap kurang layak oleh warganet.
Baca Juga: Tengah Berkumpul, Pemuda Ini Merencanakan Hal Tak Terduga
“Aku mau balas utas ini, bukan sbg orang yang kerja di KAI, tapi sebagai orang yang punya experience naik kereta sebelum layanannya jadi seperti sekarang, di mana anak Gen Z dan Alpha nggak memiliki experience itu sekaligus buat mengingatkan kita biar gak kufur nikmat” ujarnya.
Setelahnya, cuitan tersebut mendapat respons yang beragam, ada yang setuju dengan penjelasannya, namun banyak yang menyayangkan kesalahan pemilihan istilah yang dianggap kurang layak.
“Kritik gunakanya kan buat kemajuan perusahaan, kok malah bisa-bisanya bilang kufur nikmat” ujar @cygnusxy,
“Coba ga usah bawa2 gen z dan kufur nikmat, dapet poinnya tuh dia” tulis @adit1409,
“Sebeneranya aku hampir setuju dengan statementa bangnya jika abangny atidak mengikutsertakan ‘gen z’ dan ‘kufur nikmat’” tambah @caalmeaje1.
Sementara itu saat ini, utas yang dituliskan oleh pemilik akun terpantau sudah dihapus. Setelahnya, pihak KAI juga langsung mengonfirmasi akan melakukan pembaruan sarana seperti yang disebutkan di awal.