Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Menilik Kondisi Kasus Bunuh Diri di Dunia dan Indonesia

Sukabumi Suara.Com
Sabtu, 10 September 2022 | 19:45 WIB
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Menilik Kondisi Kasus Bunuh Diri di Dunia dan Indonesia
Ilustrasi-Bunuh Diri (Flickr/selamanyaa)

Sukabumi.suara.com - Memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada Sabtu (10/9/2022), Badan Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa anak usia muda banyak yang melakukan bunuh diri. 

Masyarakat umur 15 tahun sampai dengan 29 tahun menjadi kategori umur tertinggi yang melakukan bunuh diri.  Umumnya laki-laki lebih banyak melakukan bunuh dibandingkan dengan perempuan.

Perbandingan yang dicatat oleh WHO bahwa 12,6 persen dari 100.000 laki-laki telah melakukan bunuh diri. Sedangkan 5,4 persen dari 100.000 perempuan yang melakukan bunuh diri. 

Emotional Health for All Foundation (EHFA) atau merupakan yayasan untuk kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri menemukan bahwa 77 persen masyakat yang melakukan bunuh diri berasal dari kelompok masyarakat berpendapatan rendah. 

Di Indonesia provinsi yang banyak melakukan bunuh diri berada di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.  

Sedangkan provinsi yang memiliki tingkat upaya untuk melakukan percobaan bunuh diri yaitu berada di Sulawesi Barat, Gorontalo, Bengkulu, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.   

EHFA mendapati bahwa lebih dari 300% kasus bunuh diri yang berada di Indonesia tidak dilaporkan dan tidak tercatat. Seharusnya kasus bunuh diri ini harus dicatat di setiap negara ataupun daerah. Agar dapat menjadi bahan evaluasi penyebab resiko dan penangan yang tepat untuk mencegah masalah ini. 

"Kasus bunuh diri di Indonesia bisa menjadi 4 kali lebih banyak dibandingkan dengan yang dilaporkan, yang mana hal tersebut merupakan persentase tertinggi dari jumlah yang dilaporkan secara nasional di dunia," terang Dr. Sandersan Onie selaku ketua EHFA pada Sabtu (10/9).  

Dr. Sandersan mengatakan terdapat tingkatan laporan yang tidak dicatat karena perbedaan standar dalam pencatatan bunuh diri di rumah sakit, atau karena keluarga merasa malu dan menyembunyikannya kare dapat memberikan stigma buruk di masyarakat.  

Baca Juga: Marcell Siahaan Sebut Reza Gunawan Meninggal dalam Kondisi Tersenyum

"Untuk setiap kematian yang diakibatkan oleh bunuh diri ada kemungkinan 8 sampai 24 kali percobaan bunuh diri dengan penyebab tekanan psikologis, penyakit kronis ataupun mengenai masalah keuangan," lanjut Dr. Sandersan.  

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI