Sukabumi.suara.com - Makhluk halus atau makhluk tak kasat mata merupakan makhluk ciptaan Allah SWT Tak hanya malaikat, jin dan setan juga merupakan mahkluk tak kasat mata. Allah SWT menciptakan jin menjadi jin kafir dan jin muslim.
Jin kafir biasanya yang akan mengganggu manusia dan menggoyahkan iman manusia agar manusia tidak bertakwa kepada Allah SWT.
Sebagai umat muslim kita dapat mengusir atau melindungi diri kita dari godaan setan dengan membaca doa. Adapun doa yang dapat dibaca untuk menjauhkan diri kita dari makhluk halus yaitu:
,
Robbi a'uudzubika min hamazaatisy-syayaathiin wa a'udzubika robbi ayyahdhuruun. (Q.S. Al-Mu'minun 97-98)
Yang artinya: Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.” (Q.S. Al-Mu’minun Ayat 97-98)
Doa kedua yaitu ayat kursi atau surat Al-Baqarah ayat 255.
Allahu la ilaha illa huw, al-ayyul-qayym, la ta`khuzuhu sinatuw wa la na`um, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard, man zallazi yasyfa'u 'indahu illa bi`iznih, ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bisyai`im min 'ilmihi illa bima sya`, wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya`uduhu hifzuhuma, wa huwal-'aliyyul-'azim”. (Q.S. Al-Baqarah:225)
Baca Juga: Terungkap! Mantan Raffi Ahmad Marah Usai Mendengar Rencana Pernikahannya dengan Gigi
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. Al-Baqarah:225)
Kamu juga dapat membacakan surat Al-Falaq dan An-Nas ketika kamu bertemu atau akan mengusir makhluk halus.
Qul a’uzu birabbin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min syarril-waswaasil-khannaas. Allazii yuwaswisu fii suduurin-naas. Minal-jinnati wan-naas. (Q.S. An-Nas 1-6)
Artinya: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (Q.S. An- Nas 1-6)
Kemudian surat Al-Falaq
Qul a’uuzu birabbil-falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri gsiqin izaa waqab. Wa min syarrin-naffaasaati fil-‘uqad. Wa min syarri aasidin izaa asad. (Q.S. Al- Falaq 1-5).